Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Perjalanan vs Musik

Sebagai seorang penyuka musik, saya anggap perjalanan sebagai waktu untuk fokus ke musik. Sepanjang jalan bisa membekap kedua telinga dengan earphone. Mendengarkan ribuan lagu yang sengaja dimainkan acak.

Ditambah lagi, dengerin lagu sambil menatap nanar ke jendela. Udah paling bener deh, berasa jadi model video clip!

Menurut teori suka-suka, melihat pemandangan di sepanjang jalan sambil dengerin lagu itu lebih menguatkan memori, sekaligus menambah dramatis. Tsah. Di kereta, mobil, pesawat, jalan kaki, saya sama-sama suka dengerin musik.

Kecuali naik becak, bemo atau delman. Karna biasanya cuma sebentar. Sama naik ojek, nanti abangnya kesel kalo dia nanya kita ga denger. :D

Tapi sebenernya, selalu dengerin musik itu, apalagi kalo jalannya sama temen-temen, keluarga atau pacar, kayak egois ga sih. Instead of socializing, you prefer to lock yourself along with melody. Juga kalo lagi jalan kaki dan dengerin musik, bisa bahaya. Antara keserempet kendaraan, ga denger pas dipanggil, sama rentan gampang dicopet.

Tapi gimana ya, saya suka. Maaf-maaf yah. :)

Rabu, 22 Mei 2013

Mendatangi Tempat Ibadah, Bagaimana Seharusnya?

Waktu itu saya sempat protes waktu diingatkan untuk bawa baju yang sopan dan sepatu saat mau liburan ke Bangkok. Kenapa repot banget, pikir saya. Tapi toh tetap saja saya bawa baju sopan dan sepatu nyaman buat jalan-jalan.

Meski sudah sampai sana dan merasakan nuansanya, tetap saya tak merasa harus mematuhi semua peraturan yang ada. Teman-teman saya pun ada beberapa yang dengan santainya mengambil jubah karena pakaian mereka dianggap terlalu pendek.

Di depan pintu masuk ada penjaga yang memegang banyak jubah hijau, saat itu saya mau liat Buddha tidur di Wat Pho. Di tumbukan mata yang pertama saya pun langsung merasa ciut. Pandangan seperti elang yang menyapu badan orang-orang dan langsung memberikan jubah kepada mereka yang terlihat seronok. 


Di matanya terdengar kencang, "Saya harus jaga tempat suci ini dengan sepenuh hati!". ..dan saya akhirnya mengerti.

Kedua di Ayutthaya. Seorang ibu sedang sangat khusyu berdoa, dan melihat seorang turis bercelana pendek melewati sang ibu yang sedang terpejam dan menelungkupkan tangan bukanlah pemandangan yang sedap dipandang. 


Sekali melihat, tak perlu peringatan lain. Takkan lagi saya misuh-misuh saat disuruh memakai atribut saat mengunjungi tempat-tempat sakral.

Minggu, 04 November 2012

Cynical, Masih Jaman?

Traveling memang ngasih efek yang beda-beda bagi masing-masing orang. Ada yang gak pernah kehilangan semangat,ada juga yang malah nyinyir.
Traveler yang semangat akan selalu berbagi kisah dengan porsi seperti first time traveler. Orang yang belum pernah traveling akan tergoda denger ceritanya dan pakar traveling bisa dengan tanpa tendensi dan judgement pas dengwrin kisahnya.
Beda lagi dengan si nyinyir. Selalu ada hal yang bosa dikeluhkan. Selalu ada bagian yang salah. Ketidaktepatan membuat dia malah membanding-bandingkan. Beberapa dari mereka malah bikin prang gerah kalo lagi cerita traveling.
Kenapa begitu?
Nanti dilanjut. Sekarang saya ngantuk. Esok hari kerja :)

Mean while, kamu tipe yang mana?