Selasa, 02 Oktober 2012

Dating with Mr. Morrison!

Semalam. Iya semalam. Saya ketemu James Morrison. Gak, harusnya, SAYA KETEMU JAMES MORRISON! Ya harusnya gitu. Saya sukanya kebangetan sama dia. Lagu-lagunya cakep. Ga cuma ngumbar sakit hati dan diduain. Tapi ya gitu deh. Saya suka pilihan kata-kata dan rangkaian kalimat di lagu-lagunya. Kaya makna!




Mas, jangan bengong aja mass..
Dan semalam, iya saya bakal ulang lagi. Semalam ketemu James Morrison! (Iya ini yang trakhir deh ngulang-ngulangnya) Karna ada di dalam rangkaian acaranya Soulnation, jadi Mas James cuma nyanyi sejam setengah aja. Padahaaaaal lagunya banyak banget yang belum dinyanyiin. *merajuk di bahunya Bang Morrison*

Yang bikin makin emesh emesh ciyus miapah (lalu Shafa ditendang) adalah gayanya doi. Ya ampun emesh emesh ciyus miapah beneran! Dia kan British ya. Banyakan orang sono emang kaku dan kikuk. Salah satunya mas-mas bersuara emas ini. Doi juga kaku bener. Gerakannya kaku. Nyengirnya suka ga pada tempat dan waktu yang seharusnya. Jokenya bikin orang setengah keritingin alis. Tapi justru ituuu yang bikin dia emesh emesh ciyus miapah maksimal! (Yaudah tendang gue aja gakpapa)




Please welcome, James Morrison!
The true gig that has a great talent and have the good opportunity to change it into a fame and good money. Yes you're a lucky man.


>.<


Bahkan dia ga ngenalin personil band-nya. Bahkan anggota bandnya pun hampir mirip gig-nya. Ada lho itu gitarisnya yang mukanya super datar. Kalah deh sama jalan yang baru diaspal. Rata bener mo lagunya apa kek. Kayaknya lupa settingan panggung dia. Drummer dan keyboardist-nya palanya botak di ubun-ubun. Mukanya ga kalah datar juga. Tapi mereka bisa bikin saya dan ratusan penggemar lain teriak dan nyanyi bareng. Jadi apalah arti kedataran muka mereka itu.

Walo sempet nyanyi beberapa lagunya dan berkali unyel-unyelan sama Sastri dan Nida gara-gara gemes yang berlebihan sama Mas Morrison ini, saya tetep enggak puas ketemu dia. Mana lagu One Life gak dinyanyiin. Pengennya, pengennya sih, dateng ke konsernya dia. Masih akhir Oktober sih, tapi di Singapura. *meringis sambil nyanyi Setengah Aku nya Noah*

Yasudah. Yang penting udah dinyanyiin selama satu setengah jam lebih. Yang penting bisa ngeliat shownya langsung, dari deket pula *penting*. Mas Morrison, matur nuwun sanget..


And yes, he's really complete my weekend!
One Life jadi lagu kesukaan saya. Kalo suka silahkan didownload, kalo ga suka, brarti situ ga asik. *idih gitu* :p paling emesh emesh ciyus miapah itu dia di vclipnya One Life. Ehehehe (‾⌣‾)♉




Ps: Si Donny bakal terus dan terus bawel ga berenti kalo masalah konser Morrison yang ini. Masalahnya dia yang beli tiketnya, panas-panasan dan pas bulan puasa. Jadi inilah, ucapan terima kasih dari lumbung padi yang terdalam:

Terima kasih kepada Donny Dwisatryo Priyantoro yang sudah berpeluh keringat dan berjibaku dengan matahari pada bulan puasa untuk membelikan tiket untuk saya dan Sastri. Jasamu takkan terhapus hingga akhir hayat. Percayalah. Hanya dirimuuuu uwooo uwoooo. *oke offset.

Rabu, 11 Juli 2012

Sindrom Lulus Kuliah, Why So Scare?



Pilgub Jakarta 2012 hari ini berimbas pada kantor tempat saya bekerja. Kami libur! :D Selagi menikmati libur tengah minggu mendadak, hidup saya pun berubah layaknya pengangguran anak kuliah yang baru lulus. Dan hari ini, bahagia sekali rasanya bisa hidup ala pengangguran yang baru lulus kuliah, meski cuma sehari. :D
 
Waktu itu, tahun 2009, saya dinyatakan lulus dari univ dimana saya menimba ilmu. Sebelum wisuda, ada masa-masa menganggur yang benar-benar wasted. Di bulan-bulan inilah saya dan teman-teman saya mengerti apa yang artinya buang-buang waktu. Masalahnya, kami masih berstatus mahasiswa namun sudah tidak diaku, mau berstatus sudah lulus tapi masih ngurus surat-surat kelulusan. Setiap hari diisi dengan nongkrong di kampus, ngapain aja selain nyari kerja. Kelompok bermain (baca: geng) saya berisi anak-anak pasrah yang senang menikmati waktu. Nongkrong, main, ngumpul, nginep-nginepan dan jalan-jalan  jadi kegiatan rutin sampe wisuda menjelang.

Lalu, saya masih terbawa kehidupan ala mantan mahasiswa yang madesu. Sepanjang malam asik sendiri di depan laptop. Entah download lagu, nonton dvd, dan blog walking yang aneh-aneh. Kebanyakan sih nonton dvd serial. Terus melotot sampai hampir subuh. Solat subuh terus bercinta sama bantal dan guling sampai tengah hari. Bangun biasanya jam 1an, garuk-garuk kepala, mondar-mandir rumah yang biasanya udah kosong, ngintip meja makan dan kembali nyalain laptop. Lanjut nonton dvd atau ngobrol via ym sama temen-temen sekadar nanya udah dapet kerja atau belum.

Setiap ada yang dipanggil wawancara, saya seperti tercambuk. Langsung mendadak nyari kerja, daftar jobsdb, jobstreet dan kawan-kawannya. Waktu itu saya masih keukeuh mau di bagian jurnalistik. Dengan modal suka baca buku dan suka nulis diari, saya beranggapan kalau potensi terbaik saya ada di bidang penulisan. Hari ganti jadi minggu lalu jadi bulan. Tidak dipanggil jua oleh mereka yang saya lemparkan CV via email. Depresi? Tentu. Ringkasan hidup saya yang 2 lembar itu tidak mampu menarik hati mereka untuk menghire saya, bahkan ga juga dipanggil buat wawancara. Hiks.

Lama saya mengganggur sudah hampir tidak muat dihitung dengan satu tangan. Saya mulai kalap, sampai akhirnya anggota teman permainan (baca: geng) yang terakhir menganggur tiba-tiba sudah masuk kerja di advertising! Salah satu ranah yang menarik minat saya. Gak terima jadi anak yang terakhir nganggur, mulailah saya daftar kesana-kemari. Benar-benar lupa sama minat. Kerja apa aja yang penting bisa ke kantor setiap hari. Punya penghasilan sendiri, walau ujung-ujungnya masih minta ongkos sama bapak tercinta.

Setiap ada wawancara, sesi di depan laptop saya jadi lebih berguna. Nyari alamat, nyari tahu tentang perusahaan itu, sama nyari info mengenai divisi yang saya pilih berdasarkan filing. Tapi setiap habis wawancara, kegiatan di depan laptop kembali sama, kecuali saat bagian Shalat, sedikit lama di bagian setelah mengucap salam. Jam tidur pun semakin berantakan. Masalahnya, nokturnal jadi-jadian ini harus bisa menyesuaikan jam bangun. Saat wawancara, saya bisa berangkat dari jam 6 pagi. Naik angkot atau kereta sambil bawa-bawa amplop isi app letter dan CV. Paling nyiksa kalo naik kereta. Penuhnya bikin copet pun ga bisa gerak. Tapi at least kereta bisa menghemat 1 jam perjalanan. Jadi walau kayak dilaminating, saya tetap pilih kereta.

Lalu sampailah di mana doa-doa saya (atau sebenarnya doa kedua orangtua saya) didengar Tuhan, sebuah sekolah memanggil saya, bertanya apakah saya siap jadi tenaga pengajar di sana. Tanpa pikir panjang, saya mengangguk. Meski setelahnya saya sempat bengong lama, sejak kapan mimpi saya di jurnalistik bisa dibelokkan ke ranah pendidikan. Tetap bersyukur, saya menjalani hari dengan indah di sana. Atmosfer kerja yang sangat-sangat kondusif dan manisnya jiwa murni anak-anak menjaga hati saya tak bosan mengucap syukur kepada Tuhan. Suatu hari saya pernah teringat, waktu SMP, kala orang lain sibuk mengemukakan pekerjaan impiannya, saya menjawab dengan mantap; Gue mau jadi guru! And there I was, being a teacher and happy. :)

Beberapa bulan setelahnya, barulah saya mensyukuri waktu-waktu gabut itu. Bersyukur saya pernah hidup buang-buang waktu, membaca apa saja yang ingin saya baca, menonton apa saya yang rasanya seru, pergi ke mana saja tanpa bingung waktu kerja. Meski tak berpenghasilan, saya senang (pada waktu itu). Selalu ada kebebasan di semua keterbatasan dan selalu ada keterbatasan di balik kebebasan yang katanya tak berbatas.

Semua ada masalahnya, yang nganggur iri sama yang kerja karena mereka punya penghasilan. Sedangkan yang kerja pun iri dengan yang nganggur, karena punya waktu bebas yang tak berbatas. Saya tidak mengajak untuk menganggur ramai-ramai, cuma saja, jangan selalu depresi saat menganggur. Karena depresi hanya akan menakutkan setiap HRD yang kamu temui. Nikmati waktu yang sedang berlangsung, tanpa harus mengurangi usaha keluar dari jalan buntu. Percaya deh, semua orang akan kangen sama waktu-waktu wasted yang pernah mereka lalui (sotoy bener shafa ini ya). :D


Jumat, 29 Juni 2012

Naked Nature in Pulau Sempu: Super!!

Pulau Sempu
 Berdosa saya kalo langsung loncat nyeritain Flores padahal bekpek trip yang sama Mala belum selesai dikerjain *baru sadar*. Lagi-lagi ini modal denger cerita dari orang lain, waktu itu diceritain Om Nunu. Masih inget gak Om Nunu dan istrinya yang baik sekali? Kita sempet numpang di rumahnya selama di Lombok. Makan kayak orang kesetanan setiap hari dan kami masih difasilitasi dengan sangat menyenangkan. :)

"Itu si Andi baru abis dari Sempu katanya"
"Apaan itu Sempu om?"
"Katanya sih pulau, bagus"
"Oh, di mana tuh?"
"Di Malang sih ini bilangnya"
"Ke sana yuk Mal!"

Singkat cerita, sampailah kami di Malang yang dingin dan menyenangkan. Dengan bis antar kota yang ga punya rem. Turun kita di depan rumah sakit tentara. Masuk ke dalem, ke bagian kompleknya. Kembali numpang, kita ke rumah budenya Mala (am so sorry saya lupa namanya, Bude, jasamu takkan terhapus dari hatiku, aaauuumm).

Yang lucu dari perjalanan kali ini adalah: Shafa berhasil ngegaet satu anak ilang yaitu Nida Ul Jannah! Doi emang mau ke Malang buat nengokin adeknya yang lagi PKL di gunung apa itu (maafkan isi kepala saya yang seenaknya depak-depak info seperti itu).

"Nida, ikut ke Sempu yuk!"
"Apa itu?"
"Pulau katanya baguuusss"
"Oh yaudah boleh yuk"
"Pake sepatu ya, baju yang enak diajak jalan en senter"
"...oke.."
"Bawa koran juga ya kalo ada"

Lalu Nida meluncurlah dari Jakarta ke Malang. Sampai di Malang, makan rawon sebentar sambil nunggu Si Don Juan dari Surabaya, Mas Edo. Mas Edo ini sepupu entah dari mana jalurnya, pokoknya kita sodara (harap ngangguk berjamaah ya). Gak lama, dateng mas edo dengan mobil ala koboi-nya. Gak pake ac biar awet bensinnya, kita ikutin papan petunjuk yang ijo itu. Di tengah jalan, Mas Edo maksa beli ransum sebanyak-banyaknya.

"Di sana ga ada air bersih lho" kata Mas Edo
"apaaaaaa?" sambutan Nida yang penuh semangat

Sebelumnya, saya dan Mala udah sempet nyewa tenda dan lain-lainnya di DO-Rent. Itu bener-bener murah. Pol. Tenda itu kalo ga salah 25ribu per hari, kompor itu Rp 2500 per hari, trus matras Rp 1500 per hari. Mantep bener deh. Yang mau tau Do-Rent itu di mana, googling aja, ada kok. Saya juga nemunya dari Pak Google. :D

Perjalanan menuju Sendang Biru (dermaga) itu sekitar 4 jam. Kawasan hutan di deket dermaga itu bener-bener indah deh. Waktu itu saya lewatnya pas sore jam 4-an. Pas musim panas pula. Jalan naik-turun, sepi, kaca mobil dibuka. Pepohonan jati dan kawan-kawannya menjulang di kiri dan kanan jalan. Kadang, angin melepas kait daun yang memang sudah menguning. Lalu terjadilah sensasi alam yang memesona mata, angin dan daun menari di sekeliling pohon, cahaya matahari sore seakan jadi lampu di latar panggung. Indah sekali. Nikmatin pemandangan itu sambil dengerin lagu Kings of Leon-Back Down South. Ulalaaaa.. *ambil topi koboi*

Sampailah di dermaga pukul 5. Katanya sih suruh daftar di ujung sana, tapi si Mas Edo langsung aja nyusruk ke sebuah kapal. Tawar-menawar, jadi 100rb satu kapal buat pulang pergi. Nyebrangnya ga lama, cuma 5 menit deh. Kapal kami keren, ada dream catcher segede ban mobil di ujung kapal. :) Lalu, kami berdiri di depan "gerbang" Pulau Sempu. Yak! Petualangan dimulai!

Kata Mas Edo, perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Hutan polos khas musim kemarau menyapa kami. Tanah pijakan lumayan keras sehingga acara trekking kita tergolong lancar. Mentari sore masih menemani, malah membuat suasana semakin magis. Karena harus turun dari perahu di sebelum pantai, jadi sendal saya basah, otomatis licin. Karena bosan terpeleset sendal sendiri, saya memilih untuk lepas sendal daaaan, trekking nyeker itu really something! Beragam jenis tanah dengan kelembaban berbeda menggelitik kaki saya. Belum lagi dahan dan daun yang melintang di tengah jalan, seru deh! Tapi ya itu, harus hati-hati liat treknya.

Langit semakin gelap, tenaga makin tipis, keringat makin sadis. Nida yang biasanya rame kalo capek, ini tumben diem aja dan tetep lanjut jalan. 8 Jempol buat Nida :DDD. Lalu matahari benar-benar pamit mundur. Suara burung dan monyet semakin meramaikan deru nafas dan degup jantung kami.
"Kayaknya kita butuh senter deh," kata Mala.
"Aku ada! Tenang semua tenang!" lanjut Mas Edo dengan logat Jawa yang faseh sangat.
Dibuka kantong kecilnya, dikeluarkanlah senter pamungkas. Nafas sudah lega, mata melotot bahagia liat satu benda penyelamat di tengah hutan yang udah remang-remang parah ini. Dinyalain dong itu senter. Siap-siap maju seiring cahaya menyeruak dari senter. Eh ternyata batrenya mau abis!
"Ini mah terangan juga ngeliat pake mata sendiri!"
Ujung-ujungnya kita ngakak dan mau ga mau, tetap jalan dengan senter yang nyalanya bahkan lebih redup dari sebatang korek api.

Setelah capek gila-gilaan trekking hutan hampir 3 jam, kita akhirnya sampe di satu tebing yang kemiringannya hampir 50 derajat. Merangkaklah kami kayak kepiting takut jatuh. Sumpah buat anak males gerak macem kami, trekking kayak gitu udah keren super amit-amit. Apalagi rute trakhir yang lebaynya naujubilah. Wajar dong pas liat Segara Anakan, hati tiba-tiba membuncah, kepala tiba-tiba membesar dan berasa kita yang paling keren. Dalam hati saya udah siap-siap aja nih mau teriak pas nyentuh pasir laguna: Keren banget kita bisa sampe sini!

Di kepala kita, di laguna tuh bakal sepi. Karena di pulau ini kan ga ada penghuni. Berasanya kita aja yang bisa eksplore ke sana. Udah kebayang bakal bikin tenda di tempat strategis sambil menikmati malam dengan alam. Tapi oh tapiiiiiii.. pas kita nyampe sana, itu ramenya kayak Java Rockinland! (kebetulan hari itu emang lagi ada Java Rockinland di Ancol) Baru juga turun, udah digodain mas-mas yang lagi bakar-bakaran jagung.

Makin kaget pas mau bikin tenda. Penuh banget!! Nyari lapaknya harus modal senyum-senyum manis 3 bidadari ini. Ya ampun. Itu deret tendanya sampe lapis ketiga! Dahsyat sekali saudara-saudari! Singkat kata, dapet dong itu kita lapak, modal nyelap-nyelip kiri kanan. Masalahnya pas mau diriin tenda, kan senternya temaram banget tuh. PeEr dong, eh kiri-kanan kita kuatir, jadilah kita disenterin ada kali 7 orang. *berasa artis* Sudah ya cerita sayanya. Intinya sih mangkel, pengen berasa paling keren etapi ternyata ramenya kyk pasar malem. Ya namanya malem Minggu juga sih, pasti rame. 
di belakang masih rame rame rame bangettt


Malam di sana bener-bener cerah dan indahnya pol-polan deh. Pasirnya lembutttt sekali. Putih, bersih, lembut, kayak pantat bayi. Selesai makan malem, kita langsung tiduran sambil ngeliatin bintang. *berasa F4* Bintang kelap-kelip cantik di gorden hitam atas sana. Menghipnotis. Ga bosen liatnya. Biar makin dramatis, kami memakai earphone dan memasang soundtrack masing-masing. Waktu itu saya puter Temper Trap-Sweet Disposition, udah pas banget kan sama suasana, tapi Mas Edo ga punya music player, jadilah earphone setengah-setengah. Sambil ngeliatin langit, denger sweet disposition, tapi sayup-sayup masih denger suara orang gonjrang-gonjreng, godain cewe, curhat sama main bola. Sudahlah -______________________-

Lalu, sajian utama keindahan malam milik laguna Segara Anakan pun hadir. BINTANG JATUUHHHHH! Tau kan, anak slum area macem saya ini, ga pernah liat bintang jatuh kecuali di Planetarium. Jadi sekalinya liat yang beneran, di langit malam, itu bener-bener rasanya.. WAH BANGET! Teriak semangat banget sambil nunjuk ke arah bintangnya. Saat itu juga hati saya membengkak sebesar-besarnya, sambil menarik nafas dalam-dalam, Subhanallah ciptaanMu ya Allah. Indah sekali. :')

Lalu bintang jatuh kedua turun
ketiga
keempat
kelima...
hingga kesembilan.

Saya cukupkan menunggu bintang jatuhnya. Sembilan itu angka sempurna. Si tunggal yang terakhir. Sembilan adalah suatu jumlah yang banyak untuk ditempeli dengan harapan dan doa. Malam saya tutup dengan menarik nafas panjang dan melambaikan tangan dan mencium genit udara malam. Selamat tidur semesta, terima kasih atas pertunjukan alam yang memesona.
Diliat dari bukit

Paginya, kayak buka pintu Doraemon. Buka resleting tenda, liat pasir menghampar dan air di kejauhan, mentari di ujung tebing, udara dingin khas setengah 6 pagi, mesmerize! Masih bau iler, kita langsung naik ke bukit buat liat samudera. Sadis sekali ombaknya. Tapi lebih sadis lagi orang yang lari dari ujung bukit ke satunya lagi dalam 10 menit demi foto bareng temen-temennya. Belum cukup tuh amazenya, ada bukit karang paling tinggi di sana daaaannnn dipanjat aja gitu sama orang-orang. Itu beneran tinggi dan kalo menurut saya sih bahaya. Terjal dan ga ada pegangan sama sekali. Kalo jatoh ya dadah babay. Tapi ada aja gitu yang asik self potrait di ujung sana. Hebat emang orang Indonesia.
Itu deh yg pada naik ke ujung, hebat bener!
Selesai menikmati pemandangan samudera yang konon kalo clear sky bisa liat benua Australia itu, kita turun. Daaaaannnn ada seonggok perahu karet yang lagi nganggur di deretan tenda lapisan 2. Gak pake lama, kita langsung minjem. Owaaawww! Seru sekali main air pake perahuuuuuuuu! Air biru toska ini rasanya ga terlalu asin, tapi ngambangnya lumayan enak. Ga bau payau, dinginnya enak pula. Kayaknya saya bisa di dalem air sampe keriput saking enak, bersih dan cantiknya air itu. >.<
Pagi-pagi ngeliat kayak gini *guling-guling

Tiba-tiba, ada 2 orang cowo yang manggil-manggil kita. Dengan penuh kegeeran, kita nengok setengah niat.
"Mbak, numpang sampe pinggir boleh?"
"Boleeh"
"Nitip barang-barang yaa"
Mereka berdua, tapi yang minta numpang cuma satu. Sementara yang satunya lagi asyik berenang di air jernih. Nah, mas yang satu lagi nyangkutin tangan di buntut perahu. Terus saya kan ngeliatin gelagatnya, kok kayaknya takut ya.
"Itu airnya dalem lho" *panik*
"Mas takut dalem? Ga bisa berenang ya?" *saya dengan muka jahil*
"Iyooo" *nyengir polos tapi takut*
"Yo wesss!" Mas Edo langsung dayung perahu ke tengah laguna.
Dan keributan pun dimulai. Di tengah pulau tak berpenghuni yang harusnya tenang dan syahdu, ini ada kami, 3 anak dari Jakarta, 1 anak ilang dari Surabaya dan satu anak entah dari mana, merusak kombinasi ketenangan yang biasanya tercipta di sana. Teriak, kecipak-kecipuk, sampe mas itu udah pasrah, akhirnya kami kembalikan si mas ke tepian. Sampai tepian, dia masih tetep bilang terima kasih sambil nyengir. Baiknya.. *berkaca-kaca*
Sebelum dia jauh, kita sempet nyeletuk,
"Eh ini yang punya perahu nyariin ga ya?"
"Saya belum mau pulang kok, temen-temen saya masih di sana"
OH TUHAN DIA ITU YANG PUNYA PERAHUUUUU! dan kita bener-bener ngebully dia seada-adanya. Kalo saya jadi dia, udah habis saya cakar-cakarin kayaknya. Habis puas main air, kami pun ngembaliin perahu sambil mesem-mesem malu. Maaf ya mas, jasa dan kisahmu takkan kulupa. :DD
Begini caranya nikmatin pagi di Sempu *nongkrong teruss*


Sekian cerita kami di Sempu. Perjalanan pulang lancar, malah sempet sakit jantung karena papasan sama nenek-nenek yang gendong anak kecil, doi trekking santai gitu mau ke Segara Anakan. *sakit hati* Bahkan ada lho yang orang tua yang pake tongkat, dan lagi asyik nongkrong di tepi laguna. *miris sekali hati ini rasanya* 

Oh iya, kalo ke sini, pastiin bawa ransum dan air putih yang cukup. Karna di sana meski ada mata air, tapi lumayan jauh, bisa sejam lho menuju mata airnya. Terus, buat kamu para cewek-cewek, tisu basah is a must! BIG HIGHLIGHT: Tolong jangan buang sampah sembarangan dan jangan ragu buat ngangkut sampah yang ada di sana. Pas kita mau nyabutin pasak tenda, ternyata ada lho yang buang sampah dengan mendem sampahnya di bawah pasir. Kesel sekali liatnya. Alhasil, kami pulang bawa sekantong besar sampah. Yasudah, koar-koar tanpa aksi itu sia-sia, lebih baik diam tapi beraksi langsung. Jadilah traveler bertanggung jawab ya. :)

Kamis, 21 Juni 2012

Capture: Senja di Labuan Bajo

Hari pertama ke Labuan Bajo, Kab Manggarai Barat, Flores Barat, NTT, saya diajak muter-muter kota. Dari naik bukit sampe ke cafe paling hits di sana. Naik bukitnya itu sesuatu banget loh. Menjulang tinggi, ga ada pegangan  dan licin pula. Batunya kapur, jadi gampang rontok. Plus, ada kawasan yang ilalangnya baru dibakar-bakarin, jadi makin licin kan ya. Sepatu putih yang baruuu banget dicuci langsung balik dekil lagi. Ya nasipp -____-".

Lanjutlah kami ke cafe paling hits sejagad Labuan Bajo. Konon, spot liat sunset terbaik ada di sana. Ga mau ketinggalan, saya pun mangkal di bagian belakang yang ada balkon terbuka menghadap laut. Gelas Heinekken berjejer, berisi air warna putih butek rasa jeruk nipis. Jadi, di sana, kalo mesen es jeruk ya dikasihnya jeruk nipis. Enak kok rasanya, asamnya ga nusuk.

Laluuuuu, fenomena alam yang dinanti-nanti pun tibaaaa.
Matahari terbenaaaammm! Warna langit yang jadi jingga dan permukaan laut yang jadi seperti karpet emas langsung dibidik puluhan kamera. Termasuk saya, kami berdempetan di balkon, berebut buat ambil foto sunset. ada yang mangkal di atas balkon, ada yang nyelip di bawah pager. Semua repooooott. :))

Dan inilaaahh, hasil foto sunset yang berhasil diambil dengan kamera Canon G12. Diedit-edit dikit buat ngelurusin garis. Maklum ya, kan saya silinder. :DD








Selasa, 19 Juni 2012

Cintaku di Timur Indonesia; Kali Ini Flores Barat

Masih inget jelas kok gimana ngenesnya pas diceritain tentang kerennya Pulau Flores. Waktu itu, Shafa dan Mala cuma bisa manggut-manggut sambil nulis mimpi di hati; suatu hari gw harus ke sana.
Bapak yang juga ranger di Baluran itu cerita gimana serunya ke sana naik ferry. 3 Hari keombang-ambing di atas perahu. Bayarnya ga mahal, cuma 12 ribu, tapi ga punya tempat duduk. Ya namanya juga kelas di bawah ekonomi alias kelas gelap.
Dulu, saya sempet nengok kantong, ngeliat ada 12 ribu ga buat ke Flores *serius*, tapi inget udah ditungguin di rumah, pupus sudah rencana ke Flores.

Tapi bulan lalu, Tuhan mencentang daftar mimpi saya. Gak pernah kebayang ada undangan ke Labuan Bajo karna pada minggu-minggu itu lagi deg-degan nunggu diundang pihak Festival Teluk Jailolo di Halmahera, Maluku Barat. Doa sih lancar banget, buat minta dikirim ke sana, tapi kenyataan gigitannya tajem. Alhasil, harus nelen kenyataan kalo kita ga diundang ke Jailolo. Lalu nunggu lagi undangan buat Tour de Singkarang di Padang, Sumbar.

Di sore yang biasa saja, bos saya, redpel, editor sekaligus tong sampah curhatan anak-anaknya, ribut di grup, nanya siapa yang harusnya berangkat liputan luar kota. Dengan enteng saya jawab,
Aku mas, kenapa ya?
Ke Labuan Bajo ya! Ada undangan nih!
Labuan Bajo di mana ya? *saya nengok ke sebelah, yang mana adalah Sastri*
Di Bali *Sastri nengok 2 detik, trus balik ngedit tulisan Putri*
*Tiba-tiba Putri nongol* Labuan Bajo itu di Flores taauu!

Mata saya dan Sastri sama-sama melotot. UWOW! Ke Flores! Tuhan menjawab doa Jailolo saya dengan sesuatu yang jauh lebih besar. Di saat yang sama, Tuhan juga menorehkan tanda centang di deret mimpi saya. Di saat saya sudah tidak ingat, Tuhan sama sekali tidak lupa. :)

Singkat cerita, saya terbang ke sana. Plus mencoba penerbangan perintis, :DD. Di sana, saya mengunjungi hot spots pariwisata. Dari Bukit Cinta, Pulau Komodo, sampai Pink Beach. Yang tidak bisa santai sama sekali adalah, dengan undangan ini juga, saya bisa mencoba diving! Kyaaa!
Entah gimana muka saya pas di bawah air itu. Liat ikan mondar-mandir, anemon nari-nari dan karpet terumbu karang yang kadang terlihat seperti kastil, saya sering skali nyengir sampai hampir lepas masker oksigennya.  Meski baru intro diving, senang sekali rasanya bisa ngeliat permukaan air jauh di atas kepala saya.

Setiap hari selalu penuh kegiatan. Di kala teman sekamar saya, yang sama-sama wartawan asyik bobok cantik atau nonton tv, saya sibuk bikin berita. Gak ada beban kehilangan jam tidur, ga ada sisa lelah walau besok paginya sudah mangkal di atas kapal dari jam 4 pagi. Di sana, saya disuguhi mentari pagi nan cantik dan mentari sore yang megah. Dihibur komodo yang soliter namun penyabar. Ia rela menahan kesal karena kami ganggu tidur siangnya. Dihipnotis panorama alam di setiap tempat saya menjejakkan kaki. Tak pernah puas berdecak, tak pernah bosan berdegup penuh semangat.

Post selanjutnya (InsyaAllah) berisi ulasan destinasi-destinasi yang sudah saya kunjungi di sana. Beserta foto-fotonya tentu ya. Kali ini saya bagi beberapa foto sebagai intro ya *diving kali intro*. :o

Komodo di Pulau Rinca

Sunset di Labuan Bajo

Tari Caci dari Desa Adat Melo

Dermaga P.Rinca dari atas bukit
Perairan di depan Pink Beach

Jumat, 23 Desember 2011

Daftar Lagu Galau

Sengaja judulnya dibuat gampang, biar kalo yang lagi galau nyarinya gampang. :D
Di bawah ini daftar judul dan penyanyi plus explaining tentang lagu galau menurut gw ya. Silahkan dinikmati. :)

1. Adele - Someone like you.
Cuma orang galau baru yang gak tau lagu ini. Someone like you ini hits berat di 2011. Sebenernya sih Adele yang hits, karena dia jadi dewi galau sejagat raya. Berterimakasihlah kepada mantan Adele yang super sadis ini. Melalui kesadisan dia, hadirlah masterpiece yang mewakili militan galau sedunia.
Lagu ini cocok buat yang ditinggal kawin sama mantannya. Lirik awalnya aja udah nyiksa,
"I heard that you settled down, that you found a girl, and you're married now"




2. Adele - Don't you remember

 Masih Adele lagi. Kali ini lagunya cocok buat kamuyang ditinggalin :') *senyum simpati* Setiap katanya menusuk ulu hati. Haks!
"Don't you remember, the reason you left me before"






3. Barry Likumahua Project - Cinta abadi
Suaranya yang mendayu-dayu plus liriknya yang sadis bener-bener ngajak nyemplung ke danau terdekat. Lagu ini passss bener buat yang dijadiin pelarian dan sekarang doi udah balik sama cinta abadinya. *salam peluk*
"Tuhaaaaaan! biar ku pahami, cerita cintaku dengannya hanyalah sepenggal masa indah. Kau akan kembali padanya, menjalin cinta abadi"






4. Bruno Mars - Talking to the moon

Inilah, lagu untuk yang masih ngarep sama mantan tapi ga berani ngomong. Jadi ngomongnya cuma ama bulan aja. Dengerin malem-malem sambil menatap nanar ke bulan, niscaya wolfman yg ngeliat lo juga ga jadi ganti bentuk, pasti ga tega sama muka lo. :D 
"Talking to the moon, trying to get to you, in hopes you're on the other side talking to me too"

5. Bruno Mars - Grenade

Ini lagu ya! Arrrrr! Ngerti banget deh ini gw sama lagu ini, per kata per huruf! *kok jadi emosi* Jadi ini tentang cewek/cowok kejam lah pokoknya. Udah dikasih whole heart, dibalikinnya tinggal sisa-sisa aja.
"Gave you all I had and you tossed it in the trash, you tossed it in the trash, you did"



5.  Carly Smithson - Here you come again

 Kalo ga salah yang nyanyi dolly parton, tapi ya ga tau lah. Dibawain sama si Carly aja udah bikin garuk-garuk tanah merah. Ini tentang kamu, yang selalu dibayangi si dia padahal ceritanya sih kamu mau move on. Ujung-ujungnya tetep melting lagi, sama dia dia lagi. Yah jadinya move on a circle, here you come again! 
"Here you come again, just when I'm about to make it work without you"


6.  Christina Perri - Jar of heart

Wake up call! Ini lagu buat menguatkan para jiwa lemah yang sedang dikungkung cinta buta *apaaa pii* Kalo selama ini kamu kamu kamu selalu dibayangi dia yang take you for granted dan sedang mencoba keluar dari lingkaran setannya, try to hear this song. Pertama kali denger lagu ini pasti langsung semangat, hidung mendengus, mata melotot. Seakan kuat, seakan bisa. Padahal abis itu... ngggg.. :D
"Dont come back for me, dont come back at all, who do you think you are"




7. Coldplay - Fix you

Ini sih udah gak perlu dijelasin lagi. Sekuat apa pun lo coba nahan masalah, sekali denger lagu ini, langsung tumpah ruah itu air mata. Apalagi yang udah mewek, banjir bandang kayaknya.
Lagu ini tuh ya, kayak ibu yang nanya ke anaknya pas anaknya lagi ada masalah, "Kamu kenapa nak?" Niscaya tahu lah apa yang akan terjadi setelahnya. 
Semua liriknya bermakna, menghasilkan airmata dan memberi rasa lega di akhirnya.
"Lights will guide you home, and ignite your bones, and I will try to fix you"

8. Demi Lovato - Skycraper

Lagi-lagi, lagu yang menguatkan. Kali ini buat kamu yang abis disakitin, coba dengerin lagu ini, kali aja abis itu bisa jadi gedung pencakar langit. hehe. 
"Would it make you feel better, to watch me as i bleed"


9. Eskobar - Someone new

Hey kamu yang pisah baik-baik, ini loh lagu yang pas. Yap! lagu ini tentang 2 orang yang entah kenapa tapi pokoknya mereka pisah. Pisah sambil disakitin aja susah lupanya, apalagi pisah baik-baik. Aih sadap!
"You gotta find someone new, i really hope you do, cause i love you"





10. Float - Sementara

Buat kamu yang lagi ada masalah sama pasangannya, ini lagu pas buat lagi gencatan senjata. Ah denger lagunya aja udah bikin mellow..
"Percayalah hati lebih dari ini, pernah kita lalui, jangan henti di sini"








11. James Morrison - Love is hard

Pertama kali jatuh cinta? Terus jatuhnya sakit? Ini nih, Mas James bisa ngasih explanation sedikit tentang cinta. Ya intinya love is hard. if it's not hard, none would die for it. :)
"It kick so hard, breaks your bones, cuts so deep, hits your soul, tear your skin and make your blood flow. it's better that you know, that love is hard"






12. John Legend - Someday

Yang udah putus tapi masih berharap bisa kembali kepadanya dimana hatimu tertambat, ini lagunya!
"I still believe that  we'll get it right again , we'll comeback to life again "






13. Katy Perry - Thinking of you
Stuck di mantan tapi udah jadian sama orang lain? Pasti makin kojor denger lagu inii, heyahahaha
"He kissed my lips i tasted your mouth"




14. Dido - Here with me

Galau ditinggalin, ga bisa tenang kalo doi belum balik ke pangkuan, yuk denger yuk, abis itu kerokean yuk. :D
"i wont go, i wont sleep, i cant breath, until you resting here with me"








15. Raisa - Apalah arti menunggu

Snap! terbangun dari mimpi semu, penantian panjang ini berakhir buntu. Coba berbalik arah dan kembali menata hidup dari awal. Yak, lagu ini pas buat yang lagi ngerasain sia-sianya nungguin orang
"Apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi"


16. Sara Bareilles - Between the lines
 Yang digantungin, mari bersama kita bernyanyiiii...
"Leave unsaid unspoken, eyes wide shut unopen. you and me always be between the lines"






17. U2 - Stuck in a moment
Merasa mentok? Galau dari berbagai arah? Terima sajalah.. Ini lagu pas buat kalo lagi mentok dan masih denying kalo lo mentok, admit it, face it, release it.
"You got to get yourself together, you've got to stuck in a moment"






18. Coldplay - Shiver

Masih menunggu? Udah lama mengkiblatkan hati padanya tapi dia masih saja tidak bergeming, pengen tau sampai kapan dia akan kayak gitu dan kamu pun masih rela menunggumu, ini lagunya.
"So i looking your direction, but you pay me no attention and you know how much i need you, but you never even see me"



19. S.IG.I.T - Only love can break your heart

Penyanyi aslinya sih Neil Young, tapi lebih menyayat yng versinya the sigit. Intinya sih ini tentang penyadaran aja, kalo kata cinta itu bersandingan dengan kata jatuh. When its fall, then it'll breaks. as simple as that.
"Yes only love can break your heart , what if your world should fall apart"





20. Naif - Dimana aku di sini

Semacam yang tidak dianggap. Doi sih bilangnya gak mau kehilangan kamu, tapi pada kenyataannya, toh kamu tetap seperti tak terlihat baginya, Mirip dengan kasus take for granted sih, tapi mungkin lebih condong ke mengabaikan. Hidup enggan mati pun tak mau.
"kau yg selalu bilang, selalu bilang tuk tetap aku di sini. Takkan berarti"

Rabu, 17 Agustus 2011

Get lost in Baluran!

I'm back!
Now with the exotic story came from East Java, a place called Taman Nasional Baluran. Enjoy! :)
Hari Rabu, tanggal 20 Juli 2011, kaki kami menjauhi jalan Poppies 2 menuju Ubung. Sesampainya di Ubung, bapak supir taksinya memberi kami wejangan. 'Hati-hati nak, nanti langsung ke loket ya' -awwwh baiknyah!
Dan turunlah kami. Dan benar saja, tas kita siap dipanggul hampir 10 orang sekaligus. Untungnya, hari itu saya sepertinya sedang PMS, jadilah mereka mundur melihat kejudesan saya yang lumayan sadis. Setelah bertanya ke petugas berseragam, beberapa orang masih memaksa, akhirnya kami berjibaku dengan satu calo yang menggetok harga bis dari ubung ke situbondo dengan harga 80 ribu yang akhirnya setuju di angka 60 ribu. Setelah setuju, dia baru memberikan tas orange kita yang berisi makanan. WTF?! dari tadi dia bawa tas itu, dan kita gak sadar? bahayanyaa.. --jadi nanti buat yang akan trip dan melewati Ubung, pasang tampang rata aja. Perhatiin barang bawaan. Kalo ditanya diem aja. Kalo mau tau bis yang mana, tanya petugas dan langsung masuk ke dalem bisnya, tanya sama keneknya. Seinget saya, langsung naik dan gak perlu bayar dulu ke calo juga boleh kok. *oh we're so stupid at that time* :p
Setelah 4 jam di jalan, melewati tepian pantai, sawah-sawah yang jauh lebih indah dari Ubud, dan beberapa menit mengapung di laut, akhirnya kita sampai di pintu masuk Baluran.
'Mal, this is what we call the real adventure' *nyengir deg-degan*
'Yes it is Pi, lets discover it right away' *ngeluarin cengiran yang equally stupid as mine :D*
my heart pumping happily as i saw this advert :D
Lagi-lagi, dengan modal sotoy, kita mendatangi pos jaga pertama yang menyuruh kita masuk lebih dalam ke pos selanjutnya yang lebih besar. Disana kami langsung disambut oleh Mas joko di bagian informasi. Ia menjelaskan bagaimana Baluran sebenarnya, yang benar-benar membuat kami menganga, karena kami tidak mengetahui detil sama sekali mengenai tempat ini. hehehe. Tapi karena mas Joko menjelaskan dengan begitu menarik dan lincahnya, maka dengan mudah rasa penasaran kami menggeliat minta dipenuhi. Intinya, kami akan menginap di Bekol, daerah dekat gunung, bungalow kami terletak di depan savana dan gunung. Suppose to be lovely, huh? :) Di dalam sana tidak ada makanan jadi kami harus membeli perbekalan terlebih dahulu, jadi kami membeli mie instan dan beras. Setelah beres, akhirnya kami diantar 2 motor menuju Bekol dan Mas Dedi menjadi pengantar saya, sepanjang jalan 12 km itu saya diceritakan pengalamannya yang benar-benar menggoda, plus pemandangan yang ahhh.. indahh.. jalanan jelek dan panjang itu pun tak terasa. 
'Mal, kayaknya gw bisa extend seminggu disini deh' *masih amaze sama sekeliling saya*
'Iya pi, bolehh..'

Sesampainya di Bekol, kami langsung diantar ke bungalow. Bungalow itu terdiri dari 4 kamar dan 1 kamar mandi. Disitu mulai tercium kecurigaan. Sementara di bungalow sebelah yang bertingkat, terisi 50 anak MIPA UI yang sedang studi lapangan.
'ini bungalownya isinya kita aja?'
'iya'
'oh..'
Masih santai, soalnya masih sore.
'oh iya, jam 11 malem listriknya dimatikan dari pusat ya.'
'oke... eh APA? GIMANA??'
Oh.My.God. 
Trip macam apa ini? Dari jalan poppies yang ramai 24 jam, yang bahkan saya harus menyumpal telinga saya agar bisa tidur nyenyak, tiba-tiba ke tengah hutan yang bahkan manusia merupakan kelompok minoritas jika dibanding komunitas monyet. *sigh!
Tapi kekhawatiran itu sedikit terbengkalai karena kami sibuk naik ke menara pemantau untuk menikmati matahari sore. Kami pun asyik menikmati sajian pemandangan alam yang benar-benar indah dipandang. subhanallah. :)
view from watcher tower at 5pm

evening sun :)

view from near our bungalow

for those who already read my gili trawangan post, must laugh. There's still JONI around us! funny yet creepy! LOL
Matahari mulai menyembunyikan diri, gelap mulai meraja, daaaaannn disinilah dimulai uji nyali. Diawali dengan bungalow yang sangat sepi. Suara jangkrik yang 3x lebih kencang dibanding yang sering saya dengar di kebun rumah, suara para monyet yang masih sibuk di belakang kamar kami, dan sepi yang memekakkan di kamar kami. PLUS kamar mandi yang ada di ujung berung. Dengan keadaan yang (menurut saya) mencekam itu, alhasil saya berteriak di kamar mandi
'MALA BESOK KITA CHECK OUTTTTTT!!!'
Mala terkekeh puas dan saya tetap histeris setengah mati.
Pukul 7 malam, kamar kami diketuk ramai oleh Mas Joko. Ahaa! malam ini ada makan malam gratis di Bama (daerah pantai), para petinggi IMF sedang mengadakan acara, bakar ikan *just our luck ;)* dan tanpa memikirkan rasa malu, kami minta diajak kesana. hahaha!
Jadilah kami berangkat dari Bekol bersama mas Joko, Pak Mimi (i'll tell you about his name, later) dan Pak Hendri. Kami menaiki mobil patroli polisi hutan dan saya, Mala serta pak Hendri berdiri di belakang, menikmati alam Baluran pada malam hari. Malam itu langit cerah, dengan ribuan bintang berserakan, sangking jelas dan banyaknya, Mala pun mengasumsikan serakan bintang itu sebagai galaksi bimasakti. Tak bosan saya memandangi langit yang sungguh indah itu. Tapi pemandangan di depan kami pun tak kalah indah, di awal keberangkatan kami melihat deretan pantulan cahaya dari mata rusa yang sedang santai di sepanjang savana. Tidak lama kemudian, ada burung hantu yg melayang manis melintasi kami. Udara malam yang segar, savana yang terhampar luas, jalanan berbatu, binatang di sekeliling dan pemandu seasik Pak Hendi, benar-benar membuat saya tak tahan untuk nyengir lebar-lebar dan berteriak dalam hati 'THIS IS THE BEST SAFARI NITE RIDE EVERRR!'

This is our nite ride. His name is GALAAG :D (we were standing at the back, how cool is it!)
Kami pun menikmati santap malam yang benar-benar yummmyyy! saya dan Mala nambah tanpa malu-malu. :D Sepanjang makan kami bertukar cerita, banyaknya sih kami ditakut-takuti.
'Hati-hati loh.. nanti ada yang manggil.. shafa.. Mala.."
'Garuk-garuk tembok, ketok-ketok jendela, trus leher kamu kyk ada angin lewat'
'Trus kupingmu ada yang niup-niup'
'Bayangan putih, kayak seprei, tapi bukan seprei'
*SIAPA YANG GAK TAKUT DITAKUTIN KAYAK GINI DI TENGAH HUTAN?? DI BUNGALOW HANYA ADA KAMI DAN JAM 11 LAMPU MATI* *PINGSAN-BANGUN-PINGSAN LAGI*
'trus ada suara.. mimimimimimimimimi'
Di tengah ketakutan saya yang makin membuncah, kalimat terakhir dari pak Mimi benar-benar membuat saya tertawa. Apa itu mimimimi? mungkin sebuah suara dari makhluk halus tersebut. Apa pun itu, cara bapak itu menyampaikan, dengan wajah datar dan berusaha misterius, tapi kemudian melafalkan mimimimi benar-benar menghilangkan ketakutan saya.
Di sepanjang jalan pun kami sering dijahili oleh pak Hendri,
'Tuh, liat, di atas pohon itu. Keliatan kan lutungnya?'
'Eh, iyaa.. lucu ya..'
'Liat ke atasnya lagi deh, ada mbak-mbak disitu tuh..'
'BAAPAAAKKKK!!'

Akhirnya perut sudah terisi sempurna dan kami siap kembali untuk menemani orang IMF untuk safari malam. Putaran kedua lumayan seru karena ditambah 4 orang, 2 diantaranya duduk di belakang. Kami mengunjungi kolam yang biasa dikunjungi banteng dan kerbau. Kami pun sempat menunggu ular hijau buntut merah yang berbisa, melintasi jalan. Dan rrr.. kebetulan.. ular itu melintas dari savana.. menuju bungalow kami. *sigh!*
Saya tidak bosan nyengir-nyengir sendiri, merasa sangat excited dengan apa yang saya alami saat itu, merasa tidak bosan memperhatikan sekeliling, alam yang begitu menghipnotis!
Setelah tiga kali bolak balik, akhirnya kami pulang dannnnnn kami minta antar sampai depan bungalow. HAHAHAHA!! Karena kami penakut bukan main, alhasil mas Fajar duduk di kursi depan dan menunggui kami. *terharu*
dan rrrr.. karena saya penakut pol.. jadilah saya memaksa Mala untuk berbagi kasur bersama saya. Sementara kasur saya, kami penuhi dengan barang-barang sehingga warnanya tak lagi putih. :D

day 2
Pagiii!
Para monyet sudah bercengkrama ribut di belakang kamar kami, beberapa mengetuk jendela kami dengan tidak sabar. Waktunya bangun! 
view from our bungalow
Saya dan Mala berbangga diri karena kami sudah berhasil keluar kamar pada pukul 7 pagi, sudah sikat gigi dan bersiap sarapan, sampai mas Fajar melewati bungalow kami,
'Pagi massss'
'Eh udah bangun'
'Udah dong, keren ya kita bangun pagi'
'Yang lain udah berangkat dari jam setengah 6 loh' (di bungalow sebelah ada kumpulan anak biologi UI yang sedang praktek studi lapangan)
'Eeehh..jadi yang belom berangkat kita aja nih?'
'iya'
'rrrrrrr..'
Tidak mau kalah dengan yang lain, kami langsung bersiap. Jadwal kami hari itu adalah sepedahan dari Bekol ke Bama melalui jalur belakang, lalu snorkel. Kami membungkus sarapan yang sebelumnya dibuatkan oleh ibu kantin yang baik dan penyayang, dan menyewa sepeda untuk dipakai hari itu. We are ready for adventure! 
jalan di rute kami :)

morning greeting from Baluran

duo sotoy. kostumnya..rrrr.. yasudahlah.. :P

lovely rough way :D

akasia yang membuat kita berasa di Afrika. :D


daerah ini sungguh indah dipandang mata. :)
setelah kehabisan nafas melewati rute belakang yang naik turun dan penuh liku namun sarat pemandangan luar biasa yang membuat kami berhenti untuk mengabadikannya, akhirnya kami sampai di Bama.
and we're in Bamaaaaa..!
sajian awal di Bama

lovely waves. :)
Setelah kenyang makan di kantin dengan pintu tertutup rapat karena monyet di Bama cukup agresif dengan makanan, akhirnya kami siap untuk snorkel. AHEEYYY!
Mas iqbal, Mala, saya dan Mas Joko. :)

pemanasan yang.. entahlah. haha. Me, Mala and Pak Hendri.
pemanasan selesai, mari snorkel! :D
Us with our guide for today, Ferdy. :D

Mala yang sibuk dengan pelampung. Ia selalu ketakutan berlebih mengenai banyak hal. termasuk kedalaman laut. hahaha

Malih, me and Siska, ready to explore the sea!

elang laut, gotcha! :D

under water view

my fave fish! :)

Mala with blue starfish!

Nemo's! :D

Me and Mala. Are we look happy? Sure we are! :D :D

santai di tepian pantai, setelah menyerah dengan ombak yang mulai tidak bersahabat.
Selesai snorkel, bersih-bersih dan mandi di kantor Bama, kami bersama 4 anak kelautan UNPAD yang sedang KKN disana dan pendamping kami di laut tadi, Ferdy, memutuskan untuk nonton transformers, tidak bertahan lama, keantengan kita harus diasup makanan tanpa henti. hahaha. Setelah kenyang, kami pun tertidur. 
while watching transformers.
Our 5 new friends. How lovely they are! :) Malih, Siska, Bayu, Ragas and Ferdy.

oh gayanyaaa.. gak nahannn!
Pada pukul 4 kami pun memutuskan kembali ke Bekol melalui rute depan, sambil menikmati sore.
this.is.so.funny! LOL

ini jalan depan kami

kami harus menunggu kelompok monyet ini yang sedang menyebrang jalan.

menara pemantau

rusa yang sedang santai sore

the savana

rusa jantan yang sedang sibuk menarik perhatian betina. dengan cara mengeluarkan suara ribut dan memasang banyak rumput kering di tanduknya. rrrrr... cara yang cukup.. rrr.. menarik perhatian. Really, watching em move, so entertaining!

another male deer, the loner one.

in search of sunset.

sunset in Baluran savana


Me and Malih try to spoil mas Fajar. He wants to get the motor back to its place and we want to accompany him, unnecessary silly thing to do anyway. :D
So the day ends happily. We get exhausted by activities we did today, and our 4 kiddos going home and planning to go to Bali tomorrow. As the sun goes down, happy news goes up. We got company! Ayeeyy!! We have 2 scientists from US. A sweet couple thou. 
companyyy! :D
Mereka datang sore itu. Ryan dan pasangannya, aduh maaf saya lupa namanya, akan tinggal di sebelah kami. Mereka baru saja pulang dari Kawah Ijen dan beberapa tempat lain di Indonesia.
Ryan adalah seseorang yang lumayan nyentrik dan lucu. Dia ceplas-ceplos dan mahir berbahasa Indonesia. Kami memberi tahu mereka bahwa pada pukul 11 malam listrik akan mati, dan pada pukul 7 malam, saat kami ingin makan malam, kami dikagetkan Ryan yang sedang sikat gigi sambil memutari bungalow dan dengan senter tertempel di dahinya. Ia pun melakukan aksi aneh, bicara dengan sikat gigi di mulut and we barely understand.
'I wovfe wouw wussickk'
'im sorry, Ryan, what did you say?'
Dia pun menunjuk dirinya
'i?'
dia mengangguk, lalu membentuk bentuk hati
'love?'
dia kembali mengangguk lalu menunjuk kami
'us?'
ia kembali mengangguk, lalu menuliskan sebuah kata di tembok
'm-u-s-i-c'
'you love our music?' dan dia pun mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat.
ohhh okaayyy! HAHAHAHAHA kami memang sedang memasang lagu dan ia pun joget-joget di sepanjang bungalow.
We spent night journey chit chat and i think  we're pretty much envy them, mostly Ryan, by our experience at day before. :D (i told them that the 1st animal we saw as we coming into Baluran were a group of peacock and some other animals in night before :p)

day 3
Pagi-pagi kami saingan bangun pagi dengan kamar sebelah, sungguh pagi yang lucu. Semua ingin cepat-cepat berkegiatan dan kegiatan hari ini.
kemajuan hari ini, kami masih bisa melihat keberangkatan mereka. berarti kami bangun lebih pagi kan? hehehe

Kegiatan kami sebelum pulang adalah berburu peacock. Semenjak kita tahu bahwa ada kelompok MIPA yang sedang tinggal disana, makanan bukan lagi masalah bagi kami, karena ibu kantin selalu menyediakan makanan dan kami tidak perlu meminta beras atau mie kami dimasakkan. Oleh karena itulah beras yang kami punya akan kami jadikan umpan untuk memanggil para burung merak. Mereka senang berada dekat kolam, maka jadilah kami pergi menuju kolam belakang, menyebar beras, dan menunggu mereka datang.
we are so waiting :D
try to blend with nature :D
Setelah menunggu 10 menit, kami tidak sabar dan memutuskan untuk mencoba peruntungan di savana, di depan bungalow kami juga ada semacam kubangan. Kami pun segera menuju savana dengan loncat-loncat dan masih membawa sisa beras. Ketika melewati bungalow kami,  terdengar Ryan yang teriak 'I SEE A PEACOCK!' -gak santai, tapi bikin ngakak.
Kami pun menuju savana dan voila! ternyata ada seekor merak jantan yang sedang asyik minum di kubangan, merasa susah membawa seplastik beras, saya mengambil 2 genggam beras dan meninggalkan sisanya di tepian jalan. Kami pun berjingkat mendekatinya, melawan arah angin, agar ia tak membaui kita dan menyebar beras disekitarnya.


taaaraaaa this is the loner male peacock!
ternyata penyamaran kita tak sehebat yang kami kira, jadilah ia kabur tunggang langgang melihat 2 anak dengan wajah mencurigakan dan kostum bangun tidur. :D sewaktu dia kabur, saya pun ikut lari-lari tidak jelas sambil bernyanyi peacock dengan suara kencang 'I WANNA SEE YOUR PEACOCK..COCK..COCKK..!' lari dengan kaki kesana kemari, tangan melambai seperti menggapai, suara kencang tanpa ditahan dan tawa bodoh membingkai kelakuan saya. Sang merak pun makin kencang berlari menjauhi kami. So free, so careless, best feeling, it was so damn fun! :D :D :D
'I WANNA SEE YOUR PEA..AAA!' kesenangan pun berhenti karena tiba-tiba saya ada di tengah belukar berduri yang kering, tak bisa bergerak karena duri sudah mengepung. Yasudahlah. HAHAHAHA
selanjutnya adalah sesi foto. Tema: blend with nature. -masih dengan kostum tidur dan belum mandi. :P






Selesai senang-senang di savana, kaki sudah beset-beset kena duri, muka sudah kembali menghitam dan badan mulai berpeluh keringat, maka kami kembali ke bungalow. Etapi kok tiba-tiba ada banyak sekali monyet di jalan? Eternyata.. Mereka pesta beras! bungkusan yang saya tinggal tadi di tepian jalan sudah habis disantap para monyet. Tadinya mau diberikan ke pasangan scientists itu, tapi yasudahlah. Hehehe



Monkeys Morning Party!
All my bags are packed, im ready to go.. 
Yeah we have to leave Baluran this late morning, kinda hard because we had such great time along here, great atmosphere, amazing nature, lovely people and extraordinary experiences, but we have to tight with sched, so, see you again, lovely Baluran. Hope to see you soon. :)