Rabu, 10 Agustus 2011

Bali oh Bali!

Hola!
Sudah bersenang-senangnya di pulau Lombok dan sekitarnya, sekarang waktunya mengeksplore pulau Bali.
Inilah cerita dari sebagian pulau Bali melalui kacamata duo sotoy, Kamala dan Devi -loh gak ada sayanya? :p 
Kami melakukan perjalanan laut dari pelabuhan Lembar menuju Padang Bai dengan lancar. Begitu pula dengan perjalanan dari Padang Bai ke ubung. Kami menaiki angkot yang per orangnya diharuskan membayar sekitar 50 ribu rupiah. Seperti backpacker lainnya, saya pun ingin menawar untuk mendapatkan harga yang lebih murah *demi gengsi*. Setelah merayu-rayu abang angkot sepanjang jalan, akhirnya kami tidak berhasil dan kami tetap membayar 50 ribu per orang. -ih sia-sia deh. *PINGSAN*
Untungnya, kami bertemu mas Adi, yang juga mau ke Kuta dan sama-sama mencari penginapan di daerah Poppies. Jadi kami melanjutkan perjalanan dari Ubung ke Kuta via taxi yang dishare bertiga *ayey!* sepanjang jalan kami mengobrol, ternyata mas Adi bekerja di bagian yang mengharuskan dia muter Indonesia, enak yaa.. Pertanyaan saya:
'Udah ke Indonesia bagian mana aja mas?'
'hmmm..yang belum itu tinggal...' --dan kita pun terhenyak iri dan pembicaraan dilanjutkan mendengarkan kisah perjalanannya yang terdengar sangat menggoda.
Kami berpisah di poppies 1, mas Adi memutuskan mengambil kamar pertama karena ia mengejar sunset sementara kami masih sok kuat muter-muter poppies 2 dengan backpack dan tas yang bergelantungan di badan kami.
Akhirnyaaa..kami menyerah di Losmen Arthawan. 90rb per malam dengan kaca kamar mandi yang setinggi dosa dan bantal seprai yang mencurigakan, SERTA lemari kaca yang selalu menipu!
Sudah malam ikan bobo, see you tomorrow~

day 2
Berpartner dengan Mala, saya sudah harus biasa dengan jadwal tidurnya yang panjang dan frekuensi makannya yang sering. Dia sering merengek minta pulang pada pukul 7 malam dan sudah nyanyi-nyanyi pada pukul 5 pagi. Dan pagi itu, saya memilih menambah jam tidur sementara Mala ngibrit ke ruang makan untuk berburu sarapan. Ternyata, saya harus berurusan dengan mobil sewaan yang sudah datang dari pagi buta. Kami harus memindahkan mobil ke legian karena jalan poppies terlalu kecil. Gangguan selesai, saya lanjut tidur. baruuuuuuuuuuu 5 menit merem, tiba-tiba telp berbunyi
'Halo mbak maaf, ini saya porter mobil tadi. boleh minta kuncinya? hp saya ketinggalan di mobil' 
zzzzzzzzzzzzz
selesai mengurus hp yang ketinggalan, saya sudah terlanjur malas tidur dan memilih untuk sarapan. Etapi eternyata.. HUJAN BESAR.. sedangkan akses menuju ruang makan itu tidak beratap. -pasraahhh..
Singkat cerita, saya sampai di ruang makan dan melihat Mala sedang mengobrol dengan seorang laki-laki. Intinya, ia juga sendiri disini, bedanya ia dalam rangka tugas kerja. Otak iseng saya langsung bekerja, aha! ajak trip hari ini aja, kali aja bisa buat gantian nyetir. Kami pun langsung mengajaknya berjalan-jalan dan ia pun setuju. Perkenalkan, namanya mas Roni.
Rute kali ini adalah ke Ubud lalu ke Uluwatu dan jimbaran. *rute setan*
Di tengah jalan, aku iseng bernegosiasi,
"Mas, ntar tukeran nyetir yaa..' *nyengir sok manis*
'Yah gw kan gak bisa nyetir..'
*jedotin pala ke setir* *langsung nyanyi aaaalll byyy myyy seelllfffff dengan wajah sendu*

Di sepanjang jalan menuju Ubud, kami kerap melihat sign museum Antonio Blanco. Maka karena penasaran, kami pun mengunjungi museum tersebut. Komplek museum itu begitu tenang dan sepi, terasa sekali naturalnya. Tapiii dikarenakan HTMnya yang 30rb rupiah, kami (saya dan Mala tepatnya) mengurungkan niat untuk mencari tahu apa isi didalamnya. 
'Paling lukisan doang lah ya pii..'
'Iyaa lah maal..'
*mendoktrin diri* HAHAHAHAHAHA
see you someday, sometime, Blanco.

Lalu kami lanjutkan perjalanan ke Ubud, tenyata padinya baru saja panen, jadi sawahnya masih coklat dan belum ditanami padi. Yasudah kami memutuskan untuk makan siang dan langsung menuju Uluwatu.
penampakan Ubud hari itu
inilah! anak 2 yang kerjaannya mikirin makanan dan nguap kalo lagi disuruh jadi copilot. *jitak* hehehe

Perjalanan lumayan jauh dan rutenya lumayan membuat tangan dan kaki berotot, tapi tetap tidak separah perjalanan ke Sekotong. 2 jam kemudian, kami sampai di Uluwatu dan kami siap mannnndiiiiiiiiiii (hari itu aku dan Mala sengaja tidak mandi pagi karena berencana langsung berenang, pada kenyataannya, kami sampai pantai pada pukul 3 waktu setempat. HAHAHA)
we're getting closer to the beach

banyak orang yang asyik ngerekam, padahal matahari lagi nyolot2nya..



Mala si manusia super kuat dan mas Roni manusia pose lawas. LOL

this is my playground till sunset. :D





Uluwatu just as lovely as it seen. Saya menghabiskan waktu menjadi ikan duyung jadi-jadian di kolam alam dengan pagar batu karang. Bermain-main bersama karang dan pasir yang lembut, sambil menontoni para surfer yang sedang adu kemampuan di laut sana. 
saya menggigil kedinginan menunggu 2 anak itu hunting foto sunset dan surfer. brrrrrrr

setelah puas bermain air, dengan pede kami menuju kamar mandi umum dan ternyata tutup, masih santai, kami mencari kamar mandi lain dan bertanya kepada orang sekitar 
'Kamar mandi selain disitu dimana lagi ya?'
'Oh gak ada lagi, di situ doang adanya'
-____________________________-
jadilah kami menggigil kembali naik ke mobil dan saya ngebut mencari pom bensin terdekat.
selesai mandi, kami melanjutkan perjalanan ke rock bar. Dengan modal penasaran, kami berkunjung kesana dan ternyata tempatnya super oke. Tapi ya cuma liat-liat. Di tangga menuju keluar, kami bertemu dengan australian bernama Darren, seorang bapak bersemangat yang sangat mencintai sky dive dan dia nebeng kita sampai jimbaran karena hotelnya dekat sana. Dia bisa nyerocos tanpa jeda nyeritain sky dive, dari rock bar sampai jimbaran kami dipenuhi suaranya
'sky dive is way better than sex!!!' 
begitulah, dia sering sekali teriak seperti itu di mobil. Jadi kaca harus saya buka biar tidak pusing. hehehe
lalu dia bertanya, dari mana saja kami hari ini, dan lagi-lagi, ia berteriak
'You drive alone all along this day?? to ubud then uluwatu??'
'Yea..' -setengah lemes
'No alcohol? no beer?'
'No..'
'Whoaa! i wonder how it feels like. You rockkkksss!'
-iya dah Darren, iyaa.. *usap-usap kuping*
kami menutup hari dengan makan malam manis di Jimbaran. Kami memesan makanan dengan membabi buta dan pada kenyataannya, dua anak itu menyelesaikan makan duluan dan meninggalkan saya bersama seafood yang menari-nari minta dimasukkan ke mulut. 
'Supir AKAP harus banyak dong makannya..' --Mala dan mas Roni menguatkan saya. sialan..


day 3
Hari ini Mala memilih melanjutkan surfing sedang saya memilih untuk santai-santai di Kute. Jadilah di satu sore yang cerah, saya menggelepar di pasir Kuta, menyumpal kedua telinga, memandangi langit sore dengan bantuan kacamata hitam. Sungguh sore yang menyenangkan. Saya pun ketiduran dan terbangun dengan anjing hitam yang sedang hamil, melongok di atas kepala saya, memandangi saya dengan tatapan aneh, yang bisa saya artikan sebagai ekspresi kelaparan. Cara bangun yang aneh. -______-
Setelah tragedi anjing hitam lapar tersebut, saya memilih untuk duduk dan memandangi pantai. Saya pun iseng-iseng menulis di pasir.

Tidak lama setelahnya, saya membetulkan kain bali untuk kembali saya duduki, lalu kepala saya menoleh ke kanan, eh ada satu orang lagi nyengir menghadap langit, memeluk kedua kaki dan memegang aqua literan. eh kesian amat sendiri..
'hey, you can join me here' saya menunjuk kain yang masih kosong
'oh sure thank you' ia nyengir lagi
Setelah berbincang sambil menunggu senja, akhirnya saya tahu kalau namanya Renee dan ia tinggal di new orelands. --dimana sih tuh?
sampai tiba di satu pertanyaan
'so tell me about your country, new orelands' 
'As most people know, orelands is about amsterdam' 
-wait, ternyata new orelands itu maksutnya holland. Lah dia orang belanda dong.. HAHAHAHAHAHA kuping sayaaaaaa *jitakin pala sendiri*
dan sunset pun akhirnya datanggggg
late sunset in Kuta
lovely evening sky
Setelah berbincang mengenai semua hal, dari korupsi sampe perkosaan, dari belanda sampe ujung kulon, akhirnya matahari pamit mundur dan akhirnya kami sadar bahwa tinggal kami yang masih keukeuh duduk di tepi Kuta. Lalu saya ingat kalau saya harus ke seminyak, makan malam bersama Mala dan Fitri, temannya Mala, di Seminyak. 
'im going to Seminyak, are you coming with me?'
'Yeah sure' *masih pake nyengir*
okaay. Jadilah kami sampai di cafe La Planca seminyak, saya memperkenalkan Renee ke Mala dan Fitri dan membiarkan mereka saling berbincang. sementara saya asyik memandangi bintang. Saya sempat bingung kenapa Renee tidak terlalu tertarik jika saya komentar mengenai langit malam, padahal berkali saya bilang, bintang malam ini sungguh indah.
suatu kali, saya melepas kacamata dan menaruhnya di meja. Renee bertanya, minus berapa mata saya. Saya pikir dia hanya nanya basa-basi, ternyata dia bilang minusnya juga sama. 
'oh you can try to wear my glasses'
'really??' -mukanya bersinar tidak biasa
'yea sure, try it'
'yea!' -dia nyengir lebar dan memasang kacamata saya di wajahnya.
dan tebak apa yang terjadi? Dia melongok kanan kiri dengan super excited. 
'i thought the airport was close, but when i wear the glasses, its not as near, hehe. whoa, so the beach still long huh? and yeah, now i agree, the stars are amazing! yea its amazing!'
-__________-
ternyata situ minus, pantes mandek..
dia melepas kacamata saya dengan tidak rela, saya mengerti 
'you can still wear it for the next 5 minutes' saya nyengir jail
'no, you need it' mukanya setengah tergoda
'no im resting my eyes for a while, take it.'
'oh thanks!' 
dan selanjutnya dia loncat-loncat menikmati keindahan malam. Anak yang aneh.
sekedar pemberitahuan. Renee ini tinggi kurus dengan rambut panjang sepunggung dan diikat. celananya kedodoran dan Mala sering memperhatikan ia menaikkan celananya HAHAHAHAHAHA
'how come you can find such a nice place like this, Fitri?' 
Renee masih amazing dengan La Planca yang cozy.
'how come you didn't know?' saya setengah bingung, karena dia sebelumnya cerita, bahwa ia sudah di Bali selama 2 minggu
'i dont really like to walk along this way. i dont like people who offering me everthing, everytime.' dia berkata sambil setengah risih.
FYI, rene ini sudah mengitari hampir setengahnya bumi dan dia masih bisa takut sama mbak-mbak pijit dan mas-mas tato dan mushroom?? i wonder how he keep himself alive..
Malam makin larut, mas Roni ikutan gabung dan perut kami kelaparan dan kami memutuskan untuk makan nasi goreng murah dan enak.
sebelumnya:
Renee: 'I dont like nasi goreng, i prefer gado-gado or nasi campur'
sekarang:
me: 'Renee we're going to eat nasi goreng, are coming?'
Renee: 'Yeah sure'
-________- ini bule manut bener dah..
curiga kita sih dia bule turunan jawa. Soalnya gak pernah bisa nolak dan selalu manut sama omongan orang. Beda sama bule yang kami temui sebelumnya, mereka selalu straight to the point. Funny thou. :D
Dia tetep ikut kita sampe tengah malem padahal matanya udah merah (kita curiganya, dia gak enak mau pulang duluan), sampai akhirnya kita pulang ke losmen kita. Saya, Mala dan mas Roni satu motor bertiga sementara Fitri membonceng Renee. Kami menunggu Fitri karena kami pikir Fitri mengantar Renee terlebih dahulu, karena Renee bilang pada saya kalau hotelnya terletak di sebelum losmen kami. 
etapi ternyata, dia masih nyengir dadah-dadah di boncengan Fitri.
'why dont you stop at your hotel?'
'No its fine, i can walk to my hotel' dan dia pun melangkah santai menuju hotelnya
Ya ampun dia bahkan gak berani berhentiin fitri. Ajaibnya orang yang kami temui. *ngakak*

tengah malam saya kehausan dan memutuskan untuk membeli aqua di minimarket dekat losmen.
sedang jalan santai, tiba-tiba ada suara dari belakang
'i want aquaaa' suaranya mabuk
aku tetap jalan santai, berfikir ia sedang bicara dengan temannya.
'i want aaquaaaa' tiba-tiba bule itu ngomong di depan muka saya. 
'Nggak, enak aja' saya memeluk aqua saya dengan tidak rela.
'aaaquuuaaaaaaa' dia setengah sadar
'kaaaaaagaaaaaaakkkkkkkk!' saya sewot

hampir setiap malam, saya harus berjibaku dengan bule-bule abege yang mabuk. masalahnya kadang mabuknya tidak tepat waktu, yang benar saja, masa jam 6 sore sudah ada yang geleparan di pinggir jalan?
well, itulah bali, itulah kuta. :D

Selasa, 09 Agustus 2011

Gili Trawangan! Lalalalalalala~

Yuhuu!
Sekarang cerita bagian ke gili trawangan yaa.. so at June 14th 2011 we’re heading to Bangsal harbor.  Om Nanu yang baik hati bersedia mengantarkan kami ke pelabuhan, membelikan tiket kapal pula. Hihi baiknyaa :D
Pada saat menunggu kapal, Om Nanu memberi petuah:
“Kalo di pantai jangan lupa pake sunblock ya”
“Siapp omm!” jawab koor
“Kalian bawa sunblock kan?”
“Bawa dong ommm!”masih jawab koor *super pede*
Akhirnya kapal kami pun berangkat, setelah setengah jam di laut, akhirnya kami sampaaaaaaaiii..


 
Teringat isi blog seseorang yang menginformasikan mengenai penginapan di Gili Trawangan, setelah menjejak di tanah Gili, kami langsung belok kanan dan mencari jalan kecil yang mengantarkan kami ke penginapan murah. Sialnya, wajah bingung kami tertangkap seseorang. Sehingga ia membuntuti kami dan diam-diam mengarahkan kami ke losmen yang ia inginkan. Kami sudah bilang bahwa budget kami tidak lebih dari 100k per malam, ia pun mengangguk seakan mengerti keinginan kami. Kami sudah sungguh curiga dan mulai begah karena dia terus-terusan bicara. Akhirnya kami sampai di penginapan tersebut dan taaaraaaaaaa..
100k per night, at polos bungalow, Gili Trawangan.

Here's our bed, Mala's ALWAYS got bigger than mine. Grrr..
pesugihan di depan kamar kami. :D

Bangunan itu masih baru dan benar-benar bersih. Kami mengeluarkan senyum puas dan berterimakasih kepada pria sok kenal yang akhirnya memperkenalkan diri dengan nama JONI TRAWANGAN *jrenggg jrenggg*
Kami pun membereskan barang, unpack dan istirahat sebentar. Setengah jam kemudian, kami memutuskan untuk jalan-jalan dan jeeenggg jeeenggggg, Joni Trawangan sudah siap di depan kamar dan nyengir 'yuk jalan-jalan' --SIAPA YANG NGAJAK SITUUU??
Yasudah, sekali lagi, karena ia telah berjasa memberi kita penginapan manis hari ini, kita mengiyakan ajakannya. Mari sejenak kita lupakan keberadaan bang Joni itu dan memfokuskan diri pada pulau ini. Di pulau ini tidak ada kendaraan bermesin. Disini hanya ada sepeda dan cidomo (andong). Sepeda bisa disewa per hari dengan harga rata-rata 50rb rupiah, namun menurut bang Joni, harga itu masih ditawar sampai sekitar40rb. Kami memutuskan untuk meminjam sepeda dan Mala maju duluan. Saya pun berbisik kepada mala 'vraag aan viertig' dan dengan cepat Mala pun menawar '45 ribu satu sepeda ya' --PINGSAN! Yasudah takapa. She's still my trip mate anyway. :D
this is the street in Gili
bike for rent


sandy way
some beach side cafe's.

i dont really know what this for, but i think its cute. :D

penjaganya lagi bobookk.. :)

Hari itu kami memilih untuk berjalan kaki dan menikmati pemandangan sore dengan santai. Tapi mengapakah bang Joni masih di sisi kamiii.. -___- Setelah berbincang, saya dan Mala memutuskan untuk melepas kekangan dari bang Joni. Kami berbincang padanya, bahwa kami ingin menikmati suasana pantai itu berlama-lama dan daripada bang Joni hanya duduk menunggu kami, ada baiknya jika bang Joni kembali ke habitatnya *lha?* akhirnya ia pun mengangguk setuju dan kami nyengir girang. HORE BEBASSS!
kami menyusuri pantai sambil mengobrol, sampai kami menemukan satu gerombolan anak muda yang lumayan ribut, ada suara pria yang teriak-teriak 'whoiii, bahlul! balhlul! sok gaul lo!' dengan aksen yang tidak jelas. Kami mencari asal suara dan menemukan seorang foreigner, ya sebut lah bule, yang memakai kutang pink, topi jerami dan sarung. Sungguh random. --di keesokan harinya, kami melihat dia lompat-lompat di tepi pantai bawa-bawa boombox. Please kindly ignore. hahaha
Saya terkekeh dan entah mengapa malah menoleh ke arah pantai. Air biru yang beriak itu seakan memanggil-manggil, saya pun menyerahkan barang bawaan ke Mala dan segera bermain air. Awalnya hanya sekitaran lutut, lama-lama gemas dan akhirnya saya pun menenggelamkan diri di air jernih itu. Terkekeh sendiri mengejar ikan yang bermain disekitar karang dan berpasrah kepada ombak yang membawa saya kesana-kemari. Sesekali saya menengok iseng ke arah Mala di tepian sana dan saya pun terkaget melihat Mala sedang mengobrol dengan bang Joni. -kenapa dia bisa ada dimana-manaaaa??! *PINGSAN* 
Kembali lupakan keberadaan bang Joni, saya melanjutkan keasyikan saya bermain air, di tengah keasikan saya, tiba-tiba terdengar musik jedag-jedug dari dalam air, aku mengerenyit aneh, celingak celinguk. Tidak ada yang membawa boombox, tidak ada speaker dekat-dekat saya.
Laluuu..
this ship has it's own early party, musiknya kedengeran sampe tepi pantai.
Ya terjawab sudah. Masalahnya, itu masih jam 4 sore.-____-
Saya pun menjauhi kapal tersebut dan kembali menyelam, sampai tiba-tiba ada suara sumbang dari atas air 'maaafkaan aakuuu telaah mengkhianatimuuuuu uwoooo uwoooooo' saya berdiri dan mendapati si bule sarung itu sedang asyik duduk di karang dan bernyanyi. -ya baiklah...
si bule ajaib.
Selesai saya berenang. Basah-basah dan nyengir 'Pulang yuk Mal' dan kami pun berjalan pulang dengan santai. 
home made gellato. yummie!

this is everywhere. with their funny advert! :D
setelah puas makan eskrim, tiba-tiba hujan besar and i really dont mind dancing under the rain because me already wet. :D
this is the view after the rain.
Night is coming to town and we would like to find some local food, and guess what we've found?
this!
Semacam pecel ditambahkan lontong dan sate ayam. 15k for this whole meal, along with eatable plate made by kerupuk. Nyammm! :9
Setelah itu, kami memutuskan untuk menikmati bulan purnama di tepi pantai. Kami menggelar kain bali dan tiduran menghadap langit. Menontoni awan yang berarak di sekitar bulan yang sedang terang-terangnya, diimbangi angin lembut dan suara debur ombak di dekat kaki. Sejenak saya menengok ke pantai, dengan bantuan sinar bulan, saya masih bisa melihat dasar pantai yang hijau meski malam sudah meraja. Ada sekitar 2 jam kami menjadi dugong pantai.. hanya menikmati sajian alam yang sungguh indah malam itu. -oooh life's been so good to me baby! :)

Day 2.
We planned to explore the island with bicycle. We started at 9am and it was already hot!

~intermezzo bodoh~
me ask to Mala: 'Mal minta sunblock dong'
mala: 'ntar ya gw cari dulu'
me: 'ok'
Mala: 'eh gue gak bawa piii! yahh..'
me: 'yaudah, gw bawa kok..' *ngubek-ngubek tas*
me:  'MALA GUA GAK BAWA JUGAAAAAAA!!'
*jedotin pala ke kasur*
--terbayang petuah om Nanu di Bangsal kemarin, dan bagaimana kita sama-sama menjawab dengan super belagu 'bawaa dong omm!' BAWAAA APAAANNNN???!?
Jadilah dengan tertawa miris, kami berjalan-jalan menantang matahari, sekali lagi ditekankan, tanpa sunblock..


We burned all along the way! But at least we got this best shots, enjoy!
beach in sunset side

our explorer mate

alone ship

very berry hot seats!

You captured it, me captured you. :D

perfect!

local house

waiting for the sunset while enjoying to beachy music

this is the speaker, where spread the music for about 1-2 km

loner statue among coconut trees




Kita sedang menunggu sunset ketika akhirnya memutuskan duduk di tepian pantai dekat seorang bapak yang sedang duduk terdiam memandangi langit. Menunggu matahari muncul dari balik awan tebal. Lalu kami pun mengobrol hal-hal ringan, kebanyakan mengenai sunset dan pekerjaan beliau yang ternyata seorang mercusuar watcher. sampai saya iseng bertanya.
'Pak ini sepeda siapa?' aku menunjuk 2 sepeda di belakangnya
'Oh itu, punya anak-anak tu disana tuh' beliau menunjuk gerombolan anak yang lagi asyik bermain di pantai
'Mereka ngapain pak?'
'Biasa, nyari squidward'
'Hah?'
'YA AMPUN SAYA NGOMONG SQUIDWARD YA TADI?' dia panik sambil ketawa 'Maksud saya, gurita! Aduh saya kebanyakan nonton spongebob ini!' dia menepuk jidatnya dengan lucu. Kami pun tertawa lepas. Sungguh sore yang menyenangkan.

inilah penampakan bapak squidword yang lucu! hihi
dan inilah sunset yang berhasil kita dapatkan..--___--
Ha!
Malam ini jadwalnya makan enak. Jadi kami memutuskan untuk makan di salah satu restoran, setelah puas mondar mandir dan pusing melihat tax yang kalau ditotal bisa sampai 27%, akhirnya kami memutuskan untuk makan di Scallywags. Restoran tepi pantai yang menyenangkan. Saya memesan steak ikan yang ternyata sudah termasuk dengan kentang (bisa pilih yang dibakar atau digoreng) dan salad yang diambil sendiri. Benar-benar yummmyyyy!
this is our meal. the juice is SO DAMN GOOD!! -guava, pineapple and mint. sluuurpp!

no tax! yeayyy!

this is the lovely Scallywags

see how moon bright perfectly

bar aside Scallywags
parkiran sepeda
Setelah kenyang, kami memutuskan kembali ke kamar dan tidur sejenak untuk mengisi tenaga. Nanti jam 11 malam akan ada full moon party dan kami sedikit penasaran. so we're going to the party. It was good, fun enuff, the music all fine and the ambiance perfectly great. We can dancing or simply chit chat on the beach with full moon light and nice music. Cuma ya itu, bir pastinya dimana-mana, mushroom juga dan tentunya cimeng. errrrhhh, saya pusing dengan baunya. Di dua jam pertama, kami sudah kenyang dirayu sana-sini. Meski mau tak mau kami nyengir, soalnya mereka memaksa kita mengaku bahwa umur kami tidak lebih dari 17 tahun. Mereka pun bersikukuh kami masih muda (sayangnya mereka mengakui kita muda dalam keadaan mabuk -____-)
Ada bagian dimana saya terkakak:
Tiba-tiba ada 3 anak mendekati kami. Saya yang sedang duduk sambil memeluk aqua 1 liter saya langsung membentuk benteng jarak dengan kaki saya, maklum mereka sudah lumayan mabuk.
'Kak, saya perhatiin punggungnya ada yang aneh deh..' seseorang mendekati saya, sudah ada kaki saya mendorong perutnya.
'Apaan si??' aku menengok ke punggung saya, sedikit sewot.
'Itu, aneh. kok bidadari gak ada sayap di punggungnya..' dia nyengir
'BWAHAHAHAHAHAHA!!' saya dan Mala terkakak sampai nungging-nungging.
'2011 dan lo masih aja gombalan kayak gituuu???' aku terkakak sampai lelah. 
Puas tertawa, kami mengusir mereka dengan mendorong mereka ke kumpulan cewek bule yang juga sudah setengah mabuk. Tidak lama setelah itu kami memutuskan pulang karena keadaan sudah mulai sinting. Mengingat juga tidak ada yang bisa diandalkan jika terjadi apa-apa (tidak ada polisi kecuali polisi pelabuhan) jadilah pada pukul 2 pagi kami menggowes sepeda kembali ke penginapan. Masih dengan becandaan sayap yang hilang.
Diluar itu semua, itu satu-satunya party yang saya datangi dengan sepeda, minum tolak angin di tengah pesta dan membawa-bawa aqua 1 liter sepanjang pesta. Quite fun experience thou! :D

That was our rare experiences in Gili trawangan. Oh no, wait, still one more. 
Paginya, ketika kami sedang sibuk packing, tiba-tiba lagi bang Joni muncul dan mereview pesta tadi malam.
'Saya lihat kalian itu digoda-godain orang kan semalam'
'Oh ya'
'Saya juga lihat kalian duduk di bar dalam lalu karena sering diganggu, kalian pindah ke tepi pantai'
'Oh wow'
'Saya itu juga sempet lewat di depan kalian pas di depan pantai, tapi kalian tidak menyapa saya, jadi ya saya lewat saja'
'Laaah, kenapa bang Joni gak manggil kita ajaaa'
'Saya cuma pengen tau aja kalian gimana disana'
Benar-benar. Antara seram dan ingin tertawa. Kenapa dia selalu menghantui kita. Saya pun terkikik bersama Mala. Lalu secara tiba-tiba ia pun berpamitan. Kita melambai sambil mengucapkan selamat tinggal. Mungkin itu terakhir kalinya kami bertemu dengannya. Antara lega dan masih ingin tertawa. 
Kami akhirnya check out dan berjalan santai menyusuri jalan menuju pelabuhan, hingga TIBA-TIBA bang Joni ada di depan muka kita dan menyalami kami satu-satu.
'Sampai ketemu lagi ya!'
'IYA BANG IYAAA' saya tidak bisa menahan rasa yang entah bisa dikatakan apa. Setengah terkikik, setengah keki.
15 menit kemudian, kami akhirnya naik kapal yang membawa kami pulang ke Mataram.
air di labuhan Gili, tarik aku kembali, nanti.
NOW WE'RE FREE FROM MR. JONI TRAWANGAN!! So long goodbye lovely and strange island! :))