Rabu, 25 November 2009

judul.

Saya memiliki kelemahan dalam memberi judul. Rasanya susah sekali untuk menemukan judul yang tepat dan menarik serta mewakili isi dengan sempurna.

Lihat saja judul post ini. Saya tidak bisa menemukan kata yang bisa mewakili tulisan ini selain kata itu. terlihat bukan? *betapa lemahnya saya dalam bagian ini*

Hampir semua tulisan saya berjudul seadanya. Bahkan banyak yang mau tak mau harus puas dengan judul 'document 1' atau 2 atau 3 dst dsb dkk. [Tapi tidak dengan proyek terakhir saya. Saya cukup puas dengan judul yang saya temukan. Sudah sempurna bagi saya. :)]

contoh judul yang saya berikan pada tulisan saya dekat-dekat ini adalah 'Si Pelacur'

Padahal di dalam cerita itu, pembaca (harusnya) akan mengetahui bahwa sang tokoh adalah seorang pelacur ketika berada di ujung cerita.

Tentu saja semua itu akan sia-sia ketika saya memberikan judul 'Si Pelacur'. -sama saja memberi ringkasan cerita kalau begitu*doh!-

lalu bagaimana?

berjam-jam saya mencari inspirasi, tetap saja tidak ketemu. lebih baik saya mengerjakan hal lain yang bisa lebih berguna daripada sekedar berpikir keras yang hanya akan berujung pada judul yang tidak jauh dengan kasus 'Si Pelacur'.

haha!

ada masukan? :)

the quote. *still


 





Another heartache, another failed romance, on and on.

- moulin rouge


i love this movie. its beautiful yet smart. Many quotation i got from this film. but sadly, i lost my note and when i want to re-watch, i just remember that my friend lost it. [she said that she already gave it back to me].  Okay. 

i have to buy it (again), for sure. 

across the universe -the quote


I am me as you are he as you are me and we are all together.

-the beatles i am the walrus





this is one of the BEST film i've ever watch. i keep amazed in almost every scene.

The story, the soundtrack(of course), the casts, the photography, everyTHING is excellent.

I clapped my hand in the end of the movie. and it was 3am in the morning. so i've made some what disturbing noisy alone in my living room [thank God there were no one who wake up]. i also dropped a tear (or maybe tears). when Lucy and Jude finally get back together. It was a touchy ends anyway. :P


ps: when i get bored or get too stressed, i like to think how it feels like to live like them. so free. so careless. no place too far and nothings impossible. i really wonder how it feels like. Can i have it? Dad? :P

Selasa, 24 November 2009

matters.


what matters to you, doesnt matters to me.
what matters to me, doesnt matters to you.
what matters to you, doesnt matters to them.
what matters to them, doesnt change anything.
imogen heap - first train home

Seek.

in search of chemistry.

  I've chosen you to be the one who took away mine.
Thou i don't know it so sure.
I don't want to think a lot.
  I'll give my full responsibility to this feeling.
It still trying to finding yours.
Don't move too fast. We still have time.
Don't decide to soon, we still have a chance. lots of them.
let's try. for us. ours.

Jumat, 16 Oktober 2009

we.Have.a.DREam!

seseorang bertanya padamu: "cita-citamu mau jadi apa?"
kebanyakan akan berkata cita-cita yang umum. seperti dokter, arsitek, bos, owner dan lain-lain. ada juga yang berkata artis, sutradara, penyanyi, penari dan kawan-kawannya.
akan terjadi perbedaan tanggapan dari kedua belah sisi cita-cita itu.
opini bagi cita-cita umum biasanya akan berbunyi 'ohhh.. iya. semoga sukses ya."
sementara opini bagi cita-cita yang sedikit aneh akan terdengar seperti ini "oh, itu sih hobi. banyak-banyak baca referensinya aja ya.."

disini, saya ingin berkata. tidak, saya ingin berteriak. memekakkan telinga kalian. memukul kepala kalian dengan keinginan kami, mimpi kami. yang bisa kami wujudkan. nanti. tapi pasti.



ada 5 kasus di dalam cerita ini, menjadi 6 jika termasuk saya.
kami ada di dalam konsentrasi pendidikan yang sama (baca: satu jurusan) yaitu sastra.
1 teman saya ingin menjadi fotografer
1 ingin menjadi artis
1 yang lainnya ingin menjadi film-maker
1 selanjutnya ingin menjadi manager artis korea
1 lagi ingin menjadi penari
dan saya ingin menjadi penulis.

mungkin yang terlihat paling mudah dijangkau adalah saya. sudah berkutat 4 tahun dengan sastra, wajarlah jika saya memiliki keinginan untuk menghasilkan karya. namun tidak begitu kenyataannya. jujur saja, sering sekali saya menjawab 'tidak tahu' ketika ditanya keinginan saya kedepan. (saya baru saja lulus dan masih belum tahu mau kerja dimana). jawaban tidak tahu terdengar lebih aman dibanding satu kata ini, 'penulis' . jika satu kata pamungkas itu meluncur, akan keluar deretan kalimat-kalimat yang sudah sering saya dengar.
'mau jadi apa kalo jadi penulis?'
'emang mau nulis apa? cerita cinta?'

'yaudah kalo gitu, dari sekarang mulai banyak baca buku aja'


hai? hallo, kapten kepada penghuni bumi?
saya tidak tiba-tiba bangun tidur dan berkata ke kalian 'saya ingin jadi penulis'
banyak yang sudah saya lakukan. banyak yang sudah saya usahakan.
memang tak terlihat kalian. tapi apakah harus terlihat? lalu buat apa?


kasus kedua adalah fotografer. ia memang berbakat tapi belum mempunyai dasar. dan dia tidak akan merintis karir seperti orang lain. ia memiliki caranya sendiri. dan jika caranya itu dijabarkan ke orang lain, akan ada seribu penyangkalan yang ingin mematikan cita-citanya.
tanggapan yang ia dapat juga tak berbeda jauh.
'ikut kontes foto kecil-kecilan aja'
'ikut pelatihan aja. kan banyak tuh'
'beli kamera second aja'

'itu sih cuma hobi namanya'

dan dapat dipastikan, penangkapan atas tanggapan-tanggapan itu juga tak berbeda jauh dengan saya.

kasus ketiga, artis. sudah menjadi keinginannya sejak lahir untuk menjadi terkenal. jangan tanya tentang casting. sudah berpuluh atau mungkin beratus casting ia lewati. berpuluh acara TV ia mainkan meski hanya menjadi figuran dan tak juga naik tingkat. terdengar seperti kisah artis lainnya bukan? namun masalahnya, sampai saat ini ia belum juga menjadi artis perjuangannya tak bisa dibilang main-main. akademik dan kehidupannya yang menjadi korbannya. demi mimpinya, semua rela ia jalani, tanpa embel-embel keluhan. karena itu memang cita-citanya. tujuan hidupnya. dikarenakan keberhasilannya yang masih belum solid, banyak kalimat tidak enak yang datang. seperti,
'ini anak ga mau nyerah-nyerah ya?'
'udah deh, tetep aja kalah sama yang itu..'
'emang modal dia apa sih?'
ia membeli penyumpal telinga untuk kalimat-kalimat seperti itu. terus mencari peluang dan tak juga menyerah. tak akan menyerah tepatnya.

yang keempat adalah seorang film-maker. bedanya ia belum lulus, jadi cita-citanya harus menunggu lebih lama. tapi bukan berarti ia tak bergerak sedikit pun. ia tetap berjalan (dan terus mencoba) beriringan dengan kehidupan akademisnya. ia memiliki kemauan yang kuat dan juga bakat yang telah diakui. ia sempat menang di sebuah festival film bergengsi. namun hasil bakatnya itu tidak berarti pengakuan absolut dari semua orang. beberapa tanggapan miring masih saja hinggap,
'berapa penghasilannnya??'
'berapa lama kerja seperti itu??'
yang membuatnya menggaruk kepala dengan stress. dan tentunya tawa puas dari saya, karena menemukan teman senasib.

selanjutnya adalah penari. teman saya memiliki kecintaan pada dunia panggung seperti itu. ia merasa hidup dan bahagia disana. memang penari bukanlah kegiatan utamanya. ia adalah seorang pemusik di sebuah liga tari di kampus saya. jangan ragukan kemampuannya. meski ia bukanlah seorang planner yang baik. tapi ia bisa menjalankan semuanya dengan baik. tapi dikarenakan kekurangan fisik, ia juga harus menghadapi komentar miring yang berjalan bersandingan dengannya.
'mana bisa?'
'yang bener aja?'

tapi ia tetap melangkah. tak peduli lagi dengan yang seperti itu.

yang terakhir adalah manager artis korea. yap, silahkan tertawa. saya pun sempat tertawa. tapi tak menjudgenya. manager artis adalah pekerjaan yang cukup menarik. selain menghasilkan banyak uang, berkarir seperti itu bisa memberikan keuntungan priviledge yang tak semua orang bisa miliki. namun kata terakhir lah yang sedikit janggal. korea. di negara tersebut, teman saya ingin menjadi manager seorang artis lokal negara tersebut. kalau itu yang menjadi pilihan cita-citanya, apa yang bisa kita lakukan? apa hak kita untuk menghalang-halangi keinginannya? tidak ada. dan memang tidak perlu.

6 cita-cita. yang aneh. dari kami. 6 orang yang kalian (mungkin) anggap aneh. tapi kami tak merasa. atau tak mau merasa tepatnya. agar mimpi kami menjadi nyata. dan kami bisa membungkam kalian dengan kenyataan itu.
yang ingin saya tanyakan, apakah cita-cita umum, seperti yang sudah saya sebutkan beberapa di atas, harus menjadi parameter kesuksesan suatu orang?
mungkin, dengan momok seperti itu, kalimat 'tidak tahu' sering menjadi jawaban kami. demi menyelamatkan diri.
tak perlu kalian tahu bagaimana perjalanan kami menuju ujung pelangi kami. cukup lihat nanti saja nanti.
dan untuk 5 kepala mimpi, serta banyak lainnya, saya ingin berbagi doa. saya mendoakan semua cita-cita kalian. mau jadi apa, seaneh apa itu, setidak mungkin apa, akan tetap saya doakan. semoga berhasil. dan lekaslah menjadi kenyataan. agar kita bisa membuktikan, jika tidak pada dunia, buktikan pada diri kita sendiri.

dari sini saya belajar, untuk menghargai, menerima dan menghormati pilihan orang lain.
it's what we called as variety. diversity.

Minggu, 11 Oktober 2009

'bagus!'


keindahan akan selalu menarik perhatian (hampir) setiap orang. begitu juga dengan saya. saya sangat menyenangi sesuatu yang indah dan menarik. sejak lama saya telah menyukai fotografi, baik pembuatan serta hasilnya. namun sayangnya kemampuan saya tidak cukup untuk mewujudkan kesukaan saya. jadilah saya menjadi penikmat setia yang kerap kali berdebar senang ketika mendapati foto yang luar biasa.
salah satunya foto di samping ini, saya mendapatkannya dari sini.
entah, banyak sekali penilaian di kepala saya. namun ketika harus menuliskannya, saya hanya akan bisa berkata 'bagus!'
inilah salah satu kurangnya kemampuan saya. hampir semua hasil foto yang menarik perhatian saya akan mendapatkan komentar apresiasi yang sama, yaitu 'bagus!'



seorang teman saya pernah berkata, 'lo kerja di tempat gue aja deh. lagi butuh fotografer nih.'
saya terkaget sambil terbahak. bertanya apakah gerangan yang bisa membuatnya menyimpulkan kalau saya berkemampuan menjadi seorang fotografer. dengan ringan ia menjelaskan 'foto-foto di facebook lo bagus-bagus. keren, oke. lo pasti bisa deh, jangan rendah diri gitu lah'
saya semakin tergelak.
memang foto-foto di facebook saya banyak yang bagus, banyak yang keren dan oke. tapi jika lebih jeli, maka akan ditemui kejanggalan. saya selalu berada di dalam foto-foto tersebut, saya objeknya! jadi bukan saya pencipta foto-foto bagus, oke dan keren itu.
adalah seorang teman saya, yang bernama Reshi Hupudiani, yang berapi-api ingin menjadi seorang fotografer. dan bibit bakatnya pun sudah terlihat, ia sering menjadikan saya objek contoh foto, setelah menjepret ia menjelaskan tata letak dan angle, dengan harapan saya mampu menghasilkan foto yang sama hebatnya seperti yang ia buat. sayangnya, saya tak bisa. jadilah foto-foto saya berstandar 'calon fotografer' dan ia harus puas dengan foto yang berstandar 'calon fotografer gagal'
satu kalimat yang sering ia keluarkan ketika sudah putus asa melihat hasil foto-foto jepretan saya adalah "Air susu dibalas dengan air tuba!" lengkap dengan sungutan dan muka tidak rela.
sementara saya hanya mampu meminta maaf dan berterimakasih. lengkap dengan senyuman puas melihat hasil fotonya yang dapat menjadi simpanan primary picture saya.

kemarin, seorang teman saya, Rani, menawarkan sebuah lomba foto, dengan tema manusia dan bentangan alam yang diadakan oleh fotokita.net. setelah menimbang, menyadari dan akhirnya tak peduli. kami melangkah dengan modal dengkul. bermodal internet, saya mencari tutorial penggunaan SLR -yang ternyata sangat membingungkan dan saya hanya mampu bertahan 15 menit ketika membacanya. berbekal bertanya kesana kemari, browse internet dan berkhayal, kami memikirkan lokasi hunting foto. yang belum ditentukan sampai sekarang.
rencananya, hari ini kami akan mendiskusikan dan memutuskan.
di waktu saya yang sedang (sangat) senggang ini, akan kembali saya uji ke(tidak)mampuan fotografi saya. :)