Minggu, 05 April 2009

my arms are open

ahh, are you bored with your love already?
are you missing your old comfort tee?
ahh, i see.
though you aren't coming yet, but i can feel it somehow.

mengharap pada suatu hal yang sangat absurb. salah tidak? sah-sah saja asal kau mau membuang logikamu yang hanya akan mengadilimu dengan sadis.
apa yang salah dengan logika itu?
karena ia memberikan kenyataan dengan seutuhnya.
menyerahkannya mentah-mentah, basah.
tak membiarkan secercah harapan pun didalamnya.
si realis yang satu itu.
musuh bebuyutan bagi si pemimpi yang disana.
aku siapa?
aku si pemimpi yang bertetangga dengan realis.
berusaha menutupi semua racun-racun dari tetanggaku itu.
racun-racun penyembuh.
yang membuatku mati kesakitan, lalu bereinkarnasi dengan cepat.
aku menolak racun itu.
itu pilihanku.
aku memilih memakan racunku sendiri.
yang jelas-jelas berbahaya dan membutakan.
salah yang mana kalau begini?

tak ada yang salah, hidup ini pilihan.
jangan adili pilihan orang lain,
mereka cukup mengerti dengan pilihan mereka.
yakin atau tidak yakin.

Sabtu, 07 Maret 2009

tempur ga penting antara hati dan ego

hati: ah gila, cape gue.. –si hati, yang sangat perasa

Ego: lagian elonya aja, ngapain dikit-dikit nyesek? Beli ventolin sana! –si ego,
yang ga punya hati

Hati: siapa yang ga sakit coba? Udah susah-susah gw jaga ini perasaan cuma buat dia, eh dia malah kesana kemari kayak gada gw aja. –udah mulai nyesek-nyesek

Ego: siapa suruh mau aja jadi budak cinta. Sukurin. –ego tetep ga perduli, mulai ngupil

Hati: tega amat sih.. namanya juga udah sayang.. –mulai berair matanya

Ego: hhhh, sayang sih sayang, tapi jangan jadi bego gitu dong. –masi ga perduli, malah ngelempar upil kemana-mana

Hati: emangnya elo ga bego apa?

Ego: lho gue bego kenapa? Kan gue bilang, gue ga pake hati. Santai. Dia mau ma siapa kek, gue ga ngaruh. Yang penting satu hari dia sama gue. Udah.

Hati: tapi lo selalu nunggu-nunggu satu hari itu kan?

Ego: tapi gue ga nyesek

Hati: engga, cuma emosi terus2an aja.

Ego: emosi kan perasaan yang wajar.

Hati: iya wajar. Sewajar elo cerita tentang pacar-pacarnya yang sekarang sambil selalu menekankan kata-kata “NO HEARTS FEELING YA GUEE..!

Ego: ya itu kaann...-ego mati langkah, cemberut, nyapuin upilnya.